Selasa, 20 Maret 2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bumi hanyalah berupa salah satu planet dari tata surya dalam alam semesta ini yang berpenghuni,adanya makhluk hidup.pada awalnya,bumi masih belum memiliki kandungan air,yang ada hanyalah lthosfer dan atmosfer. Atmosfer semakin lama semakin dingin, dan akhirnya terbentuklah air (H2O) yang masih berbentuk gas, kemudian berbentuk uap, dan akhirnya setelah suhu cukup rendah dan diperkirakan 1000C,terbentuklah embun dan hujan. Mulailah saat itu, terbentuk sungai, danau, dan lautan, tetapi belum terdapat kehidupan. Setiap kali orang mempelajari terjadinya kehidupan di bumi ini, selalu bermula dari problema mengenai dari mana datangnya hidup, dari mana asalnya dan bagaimanakah terjadinya idup ini. Nampaknya rasa ingin tahu manusia terhadap ”datangnya” hidup ini telah timbul berabad-abad bahkan lebih dari dua ribu tahun yang lalu dan hingga saat ini pun orang masih bertanya-tanya tentang asal-mula kehidupan. Boleh dikatakan bahwa tak seorangpun tahu dari mana asal kehidupan di bumi, sebab moyang kita sekalipun tidak pernah menceritakan asal-usul kehidupan. Untunglah manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna dikaruniai kemampuan berfikir yang sangat tinggi,sehingga manusia mempunyai kemampuan untuk menulusuri kembali jejak-jejak kehidupan masa lampau, mengamati peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala hidup dan alam pada masa yang lampau, sehingga muncullah beberapa hipotesis-hipotesis asal-usul kehidupan.hipotesis-hipotesis ini senantiasa didukung dengan fakta-faakta agar manusia yakin tentang asal-usul kehidupan di Bumi. B. Rumusan masalah Adapun rumusan masalah dari latar belakang di atas yaitu sebagai berikut: 1. Apa kehidupan itu? 2. Apa perbedaan makhluk hidup dengan benda mati? 3. Bagaimana asal-mula kehidupan menurut ilmu pengetahuan? 4. Bagaimana pandangan teori evolusi menurut IPTEK? 5. Bagaimana keanekaragaman makhluk? C. Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini selain untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah ilmu alamiah dasar, tapi juga bertujuan diantaranya untuk : 1. Untuk mengetahui pengertian kehidupan. 2. Untuk mengetahui perbedaan makhluk hidup dengan benda mati. 3. Untuk mengetahui asal-mula kehidupan menurut ilmu pengetahuan. 4. Untuk mengetahui pandangan evolusi menurut IPTEK. 5. Untuk mengetahui keanekaragaman makhluk hidup. BAB II PEMBAHASAN A. Kehidupan Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yaitu keadaan yang membedakan organisme (makhluk hidup) dengan benda mati.Berbagai jenis organisme dapat ditemukan di dalam biosfer bumi. Ciri umum organisme-organisme tersebut-tumbuhan, hewan, fungi, protista, archaea, dan bakteri ialah bentukan sel berbahan dasar karbon dan air dengan pengaturan kompleks dan informasi genetik yang dapat diwariskan. Organisme-organisme tersebut melakukan metabolisme, mampu tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap rangsangan, berkembang biak, dan beradaptasi terhadap lingkungannya melalui seleksi alam. Suatu entitas dengan ciri-ciri di atas disebut sebagai organisme hidup, yaitu makhluk hidup. Namun demikian, tidak semua definisi kehidupan menganggap semua ciri tersebut penting. Contohnya, kemampuan untuk memiliki keturunan dengan modifikasi sering dianggap sebagai satu-satunya ciri utama kehidupan. Definisi ini mencakup virus, yang umumnya tidak tercakup dalam definisi yang lebih sempit karena virus tidak memiliki sel dan tidak melakukan metabolisme. Ø Ciri-ciri kehidupan Ciri-ciri kehidupan mencakup keteraturan, reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan, pemanfaatan energi, respons terhadap lingkungan, homeostasis, dan adaptasi evolusioner. Ø Perbedaan makhluk hidup dengan benda mati a) Komposisi kimia Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu. Benda mati komposisi kimianya tidak tertentu. b) Organisasi Pada makhluk hidup terbentuk dari sel-sel. Pada benda mati misalnya batu, susunan sedemikian rupa adalah hasil dari unsur pokoknya. c) Metabolisme Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan makanan, respirasi atau pernapasan. Sekresi dan ekskresi. Benda mati tidak mengalami hal-hal tersebut. d) Iritabilitas Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan sekitarnya, besarnya reaksi tak seimbang besarnya aksi. Pada benda mati reaksinya seimbang dengan aksi. e) Reproduksi Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedangkan pada benda mati tidak. f) Tumbuh dan mempunyai daur hidup Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup. Benda mati membesar karena pengaruh luar. B. Asal Mula kehidupan Banyak yang berpendapat mengenai dari mana asal mula kehidupan itu. Mereka berpendapat berdasarkan pemikiran mereka dan didukung dengan teori-teori yang telah mereka buat. Teori-teori tersebut saling menjatuhkan dan mereka terus berusaha mencari kebenaran yang didasari rasa keingintahuan mereka akan awal muala kehidupan dibumi ini. Bagaimana makhluk hidup pertama lahir masih merupakan misteri yang belum bisa diungkap para ilmuan. Secara umum Teori asal usul kehidupan ada dua, yaitu abiogenesis dan biogenesis. Adapun teori-teori tersebut antaralain: 1. Teori Abiogenesis Pemuka paham ini adalah seorang bangsa Yunani, yaitu Aristoteles (394-322 sebelum masehi). Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi ini adalah berasal dari benda mati. Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi secara spontan karena adanya gaya hidup. Oleh karena itu paham abiogenesis disebut juga paham generatio spontanea. Pada pertengahan abad ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. 2. Teori Biogenesis Setelah bertahan cukup lama, paham abiogenesis mulai diragukan. Beberapa ahli kemudian mengemukakan paham biogenesis. Beberapa ahli yang mengemukakan paham biogenesis antara lain : a. FrancesRedi (Italia, 1626-1697) Redi menentang teori abiogenesis dengan mengadakan percobaan menggunakan toples dan daging. Toples 1 diisi daging yang ditutup rapat-rapat. Toples 2 diisi daging dan ditutup kain kasa. Toples 3 diiisi daging dan dibuka. Ketiga toples ini dibiarkan beberapa hari. Dari hasil percobaan ini ia mengambil kesimpulan sebagai berikut : Larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur pada keratin daging. b. Lazzaro Spallanzani (Italia, 1729-1799) Spallanzani menentang pendapat John Needham (penganut paham abiogenesis), menurutnya kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung terbuka terdapat kehidupan berasal dari udara, pada tabung tertutup tidak terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu. c. Louis Pasteur (Perancis, 1822-1895) Louis Pasteur melakukan percobaan yang menyempurnakan percobaan Spalanzani. Pasteur mlakukan percobaan menggunakan labu yang penutupnya leher angsa, bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara bersama dengan debu. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut : • Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara • Jasad renik terdapat di udara bersama dengan debu Dari percobaan ini, gugurlah teori abiogenesis tersebut. Pasteur terkenal dengan semboyannya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang mengandung pengertian : kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup, makhluk hidup sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Di samping dua teori di atas, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan, yang menyatakan bahwa kehidupan ini muncul berdasarkan hukum fisika, kimia, dan biologi - Teori keadaan mantap, menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul. Beberapa ilmuan yang membuktikan teori evolusi kimia antara lain Harold Urey, Stanley Miller, dan Alexander Oparin. . Beberapa teori yang dikembangkan ilmuan antara lain : A. Teori kreasi khas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (gaib) pada saat yang istimewa B. Teori kosmozoan, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja C. Teori evolusi biokimia Meskipun banyak petunjuk yang diberikan, asal usul kehidupan masih misteri. Seandainya misteri ini terbongkar, mungkinkah manusia akan menjadi pencipta yang bahkan bisa menciptakan kehidupan? C. Sejarah perkembangan makhluk hidup Menurut suatu teori, organisme sekarang yang beraneka ragam macamnya adalah hasil dari proses evolusi kehidupan. Yang menjadi persoalan kemudian adalah bagaimana mekanisme dasar sehingga organisme bersel tunggal tersebut sekarang berkembang menjadi organisme bersel banyak. Salah satu dari dugaan ini adalah demikian; Biosfer : Suatu dunia kehidupan di bumi kita ini komponennya menjadi suatu sub sistem. Maka sebagai suatu sub sistem organisme itu dibentuk oleh materi dan energi yang tersedia dalam biosfer pula. Karena dalam biosfer berlaku hukum termodinamika I dan II, maka organisme itu akan mengalami perlakuan hukum tersebut. • Hukum Termodinamika I : Di dalam biosfer tak ada energi yang hilang, jumlah energi itu tetap yang berubah hanya bentuknya. • Hukum Termodinamika II : Bila suatu sistem dibiarkan berdiri sendiri, maka sistem tersebut cenderung untuk mengalami penguraian ke arah yang paling tidak teratur. D. Perkembangan dan variabilitas makhluk hidup Perkembangan dan variabilitas makhluk hidup dapat terjadi dikarnakan adanya faktor-faktor beritkut: a. Pembelahan sel Sutu makhluk hidup tersusun dari banyak sel. Sehingga pada waktu tertentu sel itu menjadi banyak. Sel-sel tersebut mengalami pembelahan. Berikut ini merupakan macam-macam pembelahan pada sel,yaitu: 1. Pembelahan mitosis Merupakan pembelahan sel yang menghasilkan 2 buah sel anak yang identik, yaitu sel-sel anak yang memiliki jumlah kromosom sebanyak yang dimiliki oleh sel induknya. Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (maristem),seperti ujung akar atau puncuk tanaman.proses ini terjadi dalam empat tahap, yaitu: Profase, Metafase, Anafase, dan telofase.keempat fase ini disebut juga fase Mitosis. 2. Pembelahan meiosis Merupakan pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anak dengan jumlah kromosom separuh dari yang dimiliki induknya. Proses ini hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nutfah. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis). b. Evolusi Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi E. Keanekaragaman makhluk hidup Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya.Istilah keanekaragaman hayati atau “biodiversitas” menunjukkan sejumlah variasi yang ada pada makhluk hidup baik variasi gen, jenis dan ekosistem di suatu lingkungan tertentu. Keanekaragaman hayati yang ada di bumi kita ini merupakan hasil proses evolusi yang sangat lama, sehingga melahirkan bermacam-macam makhluk hidup. Keanekaragaman hayati dapat dikelompokkan atas keanekaraman gen, jenis dan ekosistem. Berikut ini merupakan macam-macam keanekaragaman makhluk hidup: a. Keanekaragaman Tingkat Gen Makhluk hidup tersusun atas unit satuan terkecil yang kita kenal sebagi sel. Dalam inti sel terdapat materi pembawa sifat yang disebut gen Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies. Contoh: manusia, gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting) b. Keanekaragaman Jenis Variasi warna pada ikan dan warna bunga menunjukkan adanya variasi dalam tingkatan jenis makhluk hidup.Variasi ini disebabkan karena adanya rekombinasi (pencampuran) gen-gen dalam jenis tersebut sehingga melahirkan variasi yang lebih beragam. Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain. Contoh: keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing.Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya. c. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem Suatu ekosistem terdiri dari komunitas hewan, tumbuhan danmikroorganisme beserta lingkungan abiotik dimana semuamakhluk hidup tersebut berada. Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Kedua komponen ini saling berinteraksi satu dengan lainnya dengan berbagai cara yang berperan dalam siklus materi dan energi. Keanekaragaman ekosistem dapat dilihat dari variasi ekosistem berdasarkan batas geografi. Contoh: Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. BAB III PENUTUP Kesimpulan Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yaitu keadaan yang membedakan organisme (makhluk hidup) dengan benda mati.Berbagai jenis organisme dapat ditemukan di dalam biosfer bumi. Perbedaan makluk hidup dengan benda mati, yaitu: Perbedaan Makhluk Hidup dan Benda Mati a. Komposisi kimia Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu. Benda mati komposisi kimianya tidak tertentu. b. Organisasi Pada makhluk hidup terbentuk dari sel-sel. Pada benda mati misalnya batu, susunan sedemikian rupa adalah hasil dari unsur pokoknya. c. Metabolisme Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan makanan, respirasi atau pernapasan. Sekresi dan ekskresi. Benda mati tidak mengalami hal-hal tersebut. d. Iritabilitas Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan sekitarnya, besarnya reaksi tak seimbang besarnya aksi. Pada benda mati reaksinya seimbang dengan aksi. e. Reproduksi Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedangkan pada benda mati tidak. f. Tumbuh dan mempunyai daur hidup Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup. Benda mati membesar karena pengaruh luar.

peranan tekhnologi terhadap kehidupan manusia

BAB I PENDAHULUAN Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja. Seseorang menggunakan teknologi karena ia memiliki akal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, mudah, nyaman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat-perangakat mesin, seperti computer, kendaraan, handphone, dan lain sebagainya. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK. Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkan setiap waktu.   BAB II PEMBAHASAN A. Peranan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Teknologi membuat hidup kita sederhana tapi banyak bergantung pada itu. Kita bisa duduk di pojok dan bisa terhubung ke dunia. Sehingga membuat dunia menjadi "komunitas global." Berkomunikasi dengan orang di daerah terpencil dalam waktu sepersekian detik, membuat perjalanan dunia dalam waktu singkat, semua ini dimungkinkan dengan teknologi canggih, membuat kita lebih tergantung pada penggunaannya. Teknologi membuat fungsi multitasking yang tersedia dalam satu perangkat. Dengan demikian, kita dapat memiliki multifungsi dari penggunaan perangkat tunggal kita sendiri. Yang lebih sederhana, pekerjaan akan dengan teknologi, semakin kita bergantung pada itu. Teknologi membuat kita lesu dengan aktivitas fisik sedikit atau tidak ada, dalam satu aspek, tetapi teknologi yang sama memberikan inspirasi atau motivasi untuk melakukan pekerjaan kreatif, termasuk aktivitas fisik Contoh permainan seperti permainan "V" yang menantang permainan video dan pada saat yang sama , membantu untuk menghabiskan waktu dengan cara yang menyenangkan. Di sektor kesehatan, teknologi canggih untuk sebagian besar yang saat ini mesin dapat membantu seseorang dalam perawatan intensif dan memonitor dirinya, yang merupakan pekerjaan yang melelahkan dan berisiko untuk dilakukan secara manual sebelumnya. Dalam cara kita, datang lebih dekat dengan mesin yang dikembangkan secara teknis.   B. Manfaat dan Dampak dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Pada satu sisi, perkembangan dunia iptek yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Tidak diragukan lagi kemajuan IPTEK telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Namun, pada sisi lain, pesatnya kemajuan iptek ternyata juga cukup banyak membawa pengaruh negatif. Semakin kuatnya gejala "dehumanisasi", tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini, merupakan salah satu oleh-oleh yang dibawa kemajuan iptek tersebut. Berikut adalah manfaat dan dampak negatif dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi : 1. Bidang Informasi dan komunikasi • Dampak Positif  Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet  Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone  Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. • Dampak Negatif  Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)  Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu  Kerahasiaan alat tes semakin terancam.  Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.  Kecemasan teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi.   2. Bidang Ekonomi dan Industri • Dampak Positif  Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi  Terjadinya industrialisasi  Produktifitas dunia industri semakin meningkat Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.  Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki .Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.  Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi • Dampak negatif  Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan  Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”. {mospagebreak}   3. Bidang Sosial dan Budaya • Dampak Positif  Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.  Meningkatnya rasa percaya diri Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.  Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras • Dampak Negatif  Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.  Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.  Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja. 4. Bidang Pendidikan • Dampak Positif  Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.  Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. • Dampak Negatif  Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.  Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain. 5. Bidang politik • Dampak Positif  Timbulnya kelas menengah baru . Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.  Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.  Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru. • Dampak Negatif  Penggunaan persenjataan canggih untuk menyerang pihak lain demi kekuasaan dan kekayaan.  Terorisme yang semakin merajalela.  Kurangnya privacy suatu negara akibat kerahasiaan yang tidak terjamin dengan semakin canggihnya alat –alat pendeteksi.   BAB III PENUTUP Kesimpulan Ilmu Pengetahuan dan teknologi adalah suatu bagian yang tak lepas dari kehidupan manusia dari awal peradaban sampai akhir dari segala akhir kehidupan manusia. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia di dunia. Daftar Pustaka  http://alambudsos.wordpress.com  http://ejournal.unud.ac.id  http://www.nano.lipi.go.id

alam semesta dan Galaksi

BAB I PENDAHULUAN A. Asal Usul Alam Semesta Teori yang kini banyak pendukungnya menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari ledakan besar (Big Bang ) sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu. Semua materi dan energi yang kini ada di alam satu titik tak berdimensi yang berkerapatan tak terhingga. Tetapi ini jangan dibayangkan seolah-olah titik itu berada di suatu tempat di alam yang kita kenal sekarang ini. Yang benar, materi, energi dan ruang yang ditempatinya seluruhnya bervolume amat kecil, hanya satu titik tidak berdimensi. Materi pembentukan bumi pun diyakini berasal dari debu dan gas antar bintang yang berasal dari ledakan bintang di masa lalu. Jadi seisi alam ini memang berasal dari satu kesatuan. Walaupun tidak terlalu banyak pendukungnya, beberapa pakar kosmologi dan fisikawan teoritis mengungkap bahwa alam ada awalnya. Beberapa teori lain menyatakan bahwa tidak ada batas dalam waktu dan tidak ada singularitas Big Bang. Demikian juga bahwa sejak dahulu kala orang ingin menerangkan tentang alam semesta, penyelidikan antariksa sudah dikerjakan oleh bangsa Yunani Kuno, dan penyelidikan itu berkembang terus hingga sekarang dengan menggunakan peralatan dan pengetahuan yang tinggi. BAB II PEMBAHASAN 1. Pandangan Yunani Kuno Pada waktu dahulu orang Yunani mengira bahwa bumi dan langit sangat dekat, dan bumi adalah sangat kecil bila dibandingkan dengan langit itu. Mereka beranggapan bahwa bumi diatur oleh beberapa Dewa diantaranya Dewa Zeus sebagai Dewa Guntur Dan Dewa Helius sebagai Dewa matahari. Anggapan itu makin lama makin tidak diikuti oleh masyarakat, berkat pengamatan yang lebih teliti oleh orang-orang di zamannya. Pythagoras yang hidup 2500 tahun yang lalu mengatakan bahwa bumi itu seperti bola yang tanpa ujung pangkal. Sedangkan Aristoteles seorang ahli filsafat Yunani yag hidup 200 tahun setelah Pythagoras mencoba menerangkan peredaran bulan, venus, mars dan planet-planet lain. Aristoteles berpendapat bahwa diatas bumi terdapat delapan langit yang terdiri dari kristal kaca tembus cahaya. Langit, bulan yang beredar pada bumi dianggap terikat pada bumi merupakan langit terdekat. Kenudian diatasnya terdapat langit mars, langit Yupiter dan langit Saturnus. Sedangkan bintang-bintang terdapat pada langit delapan. Ptolomeus seorang ahli filsafat Yunani lain yang hidup 100 tahun setelah Aristoteles menyusun teori baru kosmos dan ia mengajarkan kepada para pengikutnya bahwa benda-benda langit itu semua beredar mengelilingi bumi pada ruang yang kosong. Kemudian teori itu diakui kebenarannya oleh Gereja Kristen 200 tahun setelah Ptolomeus meninggal di Iskandaria (Mesir). 2. Pandangan Lebih Maju di Luar Yunani Copernicus lahir di Torum Polandia (1473-1543) dia belajar astronomi di Itali, setelah bertahun-tahun menyelidiki bintang-bintang dan planet-planet, ia menarik kesimpulan bahwa hanya bulan saja yang betul-betul beredar mengelilingi Bumi, sedangkan planet-planet lain tidak, tetapi semuanya mengelilingi matahari. Copernicus waktu itu merahasiakan penemuannya karena takut di hukum. Galileo Galilei yang pada zamannya telah ditemukan teleskop, sebagai alat yang sangat penting bagi pengamatan benda-benda langit. Pada tanggal 7 Januari 1610 dengan menggunakan teleskop menemukan bahwa Yupiter bukan hanya sebuah titik kecil, melainkan sebuah bola besar dengan empat buah piringannya. Ia menemukan jalur hitam di permukaan bulan dan di duga laut atau samudra. Dia juga membenarkan teori Copernicus, karena dia menyetujui teori Copernicus, maka ia dia dihukum atau dipenjara oleh pengadilan Gereja sampai meninggal. 3. Pandangan Modern Terhadap Asal-Usul Semesta Ada dua golongan besar materi yang memperkirakan terjadinya tata surya, yaitu : 1) Tata surya berasal dari matahari yang sebagian materinya terlepas dan menjadi planet-planet serta satelit-satelit. Teori-teori terkenal yang mendukung teori ini diantaranya : a) Teori pasang surut, yang dikemukakan oleh Jeans (1901). Teori ini menyatakan bahwa ada bintang besar yang mendekati matahari, sehingga timbul efek pasang pada kabut matahari. Akibat daya tarik bintang besar tadi, sebagian massa matahari tertarik dan terlepas dari matahari yang selanjutnya mendingin dan terbentuk planet-planet dan satelit-satelit tata surya. b) Teori Bintang Kembar, yang menyatakan bahwa matahari adalah bintang kembar, kemudian satu bintang meledak dan pecahannya mendingin membentuk planet-planet dan satelit-satelit. Karena semuanya terpengaruh oleh gaya gravitasi matahari, maka planet-planet itu beredar mengelilingi matahari. 2) Tata surya berasal dari kabut asal atau Nebula, yang terdiri dari Helium dan Hidrogen. Teori ini dikenal dengan teori Nebula yang mula-mula dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Pierre de Laplace (1796). 1) Teori Nebula Kant, menyatakan bahwa diangkas berisi berbagai macam gas. Gas-gas yang massanya besar menarik gas-gas yang ada di sekelilignya. Bagian-bagian kecil itu menyatukan dirinya sehingga membentuk kabut yang besar yang selanjutnya menjadi matahari. Akibat tumbukan bola-bola gas tadi menyebabkan kabut itu menjadi panas dan berputar. Kabut itu selanjutnya mendingin yang mengakibatkan putarannya menjadi lebih cepat. Di tempat putaran yang paling cepat yaitu di khatulistiwa bola itu terlontarkan bola-bola gas yang kemudian mendingin dan membentuk planet-planet. 2) Teori Nabula Laplace, pada prinsifnya sama dengan teori yang dikemukakan oleh Kant. Laplace beranggapan bahwa sejak semula kabut-kabut itu memang telah berputar dan dalam keadaan panas. Gas yang berputar itu mulai mendingin dan mengakibatkan perputarannya bertambah cepat. Bagian kutup menjadi papat dan didaerah khatulistiwa terjadi penumpukan gas. Akibatnya berputar makin cepat disertai penyusutan maka sebagian gas pada daerah khatulistiwa itu terlepas. Gas-gas itu mendingin dan menjadi planet-planet yang berputar mengelilingi massa asalnya. Menurut teori ini, karena perputarannya maka nebula yang berputar itu menjadi pipih seperti piringan yang dikenal sebagai kabut pilin. Inti kabut pilin itu merupakan bagian yang paling panas yaitu matahari, dan bagian yang diluar mendingin sehingga berkondensasi menjadi planet-planet. Teori ini kemudian diperbaiki oleh Fred Hoyle dan Hanes Alven (1950-an) yang menjelaskan perlambatan perputaran matahari yaitu karena medan magnetig yang menghubungkan matahari dengan piringan gas yang berputar bersamanya memindahkan momen sudut putar dari matahari ke planet-planet, sehingga kecepatan perputaran planet-planet betambah sedangkan percepatan matahari sendiri berkurang. Dengan anggapan dasar bahwa hanya satu macam hukum alam yang berlaku untuk seluruh alam semesta, maka tata surya sebagai satu bagian besar, untuk mengajukan hipotesis-hipotesis yang sejalan dengan tentang terjadinya alam semesta. Dari kosmologi yang telah maju dikemukakan teori-teori tentang terjadinya alam semesta, dimana teori-teori itu dapat dikelompokkan menjadi tiga model atau teori. Ketiga-tiganya telah disepakati mengenai satu azas yang sama bahwa alam semesta itu memuai, hal ini berdasarkan pengamatan bahwa hampir semua galaksi sekarang kelihatan saling menjauh. Ketiga teori itu adalah : a. Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory) Timbulnya suatu pendapat yang mengusulkan model alam semesta yang paling sederhana, yaitu model yang dinamakan model keadaan tetap. Ahli-ahli astronomi yang mendukung teori ini diantaranya Fred Hoyle, herman Bondidan Thomas Gold. Pendukung teori keadaan tetap mengajukan model alam semesta berdasarkan prinsif kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta sama dimanapun dan bilamanapun juga. Oleh karena itu hipotesis itu dikenal dengan Kosmologi Keadaan Tetap (Steady State Cosmology). Pengertian lain yang digunakan adalah bahwa alam semesta lebih kurang sama, bukan hanya dimana-mana tetapi juga setiap saat. Berdasarkan asumsi tersebut Bondi dan Gold menganggap segala sesuatu di alam semesta ini kelihatannya sama meskipun galaksi-galaksi saling menjauh satu dengan yang lain. Secara ringkas teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir), tumbuh menjadi tua dan akhirnya mati pada saat bintang-bintang yang mendukung galaksi itu berevolusi mencapai keadaan bajam putih atau disebut juga katae putih. Dengan terbentuknya materi-materi baru, maka menurut teori ini alam semesta tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya, atau dengan kata lain tanpa awal dan tanpa akhir. Ada sanggahan bahwa materi tidak dapat di bentuk secara spontan tanpa bahan dasar, maka teori itu menyatakan tidak telalu sukar untuk membayangkan terbentuknya materi secara perlahan-lahan dan stabil. b. Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory) Teori dentuman besar lahir dari pemikiran ahli antrofisika George Gamow, ahli fisika Amerika kelahiran Rusia, dengan beberapa rekannya seperti : Ralth Alper, Hans Bethe, dan Robert Herman. Pada akhir tahun 1940-an Gamow mengemukakan gagasan bahwa seluruh bahan dan tenaga dalam alam semesta pernah terpadu dalam satu bola raksasa. Bola yang terdiri dari neutron dan tenaga pancaran ini dinamainya “Ylem”. Menurut aliran ini ada dua massa penting yang berlangsung selama sejarah awal alam semesta. • Era radiasi dari saat alam semesta baru lahir sedetik samai sejuta tahun kemudian. • Era pendinginan dari alam semesta berumur sejuta tahun dan terus berlanjut Selama gerak memuai alam semesta yang diikuti dengan alam senyat gema sisa dentuman besar. Sisa gema itu akan tertangkap dalam bentuk radiasi bersuhu K. Era radiasi diduga mempunyai suhu sepuluh milyar derajat pada saat terbentuknya fusi Hidrogen menjadi Helium. Sebelum saat tersebut ada beberapa fase yang yang telah dilalui yaitu sejauh ilmu fisika dapat menjelaskan yang hanya mampu dikenal pada saat alam semesta berumur detik berdasarkan hasil perhitungan Planck. Dari batas dinding Planck kita memasuki masa Jiffi (sekejap) yaitu pada usia alam semesta detik. Pada masa itu jari-jari alam semesta sebesar cm dan kerapatannya kali kerapatan air. Selanjutnya memasuki era Quark dimana partikel-partikel saling bertumpang tindih dan tidak berstruktur. Masa itu diikuti dengan pembentukan hadron yang kerapatannya satu milyar ton per sentimeter kubik. Hal itu terjadi sampai sepersepuluh ribu detik pertama dengan era pembentukan lepton yang dimulai setelah usia alam semesta trilyunan kali kerapatan air. Selanjutnya masuk masa radiasi Gamow. Pada masa usia alam semesta , tahun maka suhu K. pada usia 100 juta tahun-semilyar tahun pembentukan galaksi berlangsung yaitu pada saat galaksi berupa kabut pilin yang berputar membentuk piringan raksasa dan pada usia 4,6 milyar tahun terbentuklah keluarga matahari (tata surya). c. Teori Oscilasi (Oscilation Theori) Pendapat ini juga disebut teori alam semesta berayun yang berpendirian bahwa semua materi bergerak saling menjauh dan bermula dari masa termampat. Materi itu akhirnya melambat yang pada suatu saat akan lebih lambat dari kecepatan lepas kritis, berhenti dan mulai mengkerut lagi akibat gaya gravitasi. Materi tersebut akan termampat dan meledak lagi dilanjutkan dengan pemuaian lagi. Dalam proses itu tidak ada materi yang rusak ataupun tercipta, melainkan hanya berubah tatanannya atau hanya mengalami goyangan (oscillation), dengan demikian teori itu merupakan teori yang mempertahankan bahwa alam semesta itu terhingga dan bukan tak terhingga. Berbagai teori tadi yang meramalkan tentang ukuran alam semesta terhadap waktu diperoleh gambaran grafik sebagai berikut : Penzias dan Wilson ternyata menangkap radiasi dari gelombang radio mikro yang memebuhi persyaratan untuk radiasi dari benda hitam dengan suhu K. gelombang itu rupanya dating dari segala arah seakan-akan seluruh bola langit memancarkan radiasi itu. Pengamatan lain menghasilkan ditemukannya garis CN pada spectra bintang Zeta Ophiuchi dan Zeta Persel, yang menunjukkan suatu penguraian yang mungkin dari molekul CN secara eksitasi dan menghasilkan radiasi gelombang mikro yang seolah-olah berasal dari benda hitam yang suhunya antara -K arah datangnya radiasi, ditangkap dari segala arah maka disimpilkam bahwa pusat alam semesta maupun asal-usulnya ada disekeliling kita. Pada kenyataannya berdasarkan hasil pengukuran ditunjukkan bahwa latar belakang gelombang mikro itu sama intensitasnya meskipun dideteksi dari arah yang berbeda di angkasa. B. GALAKSI-GALAKSI Bila kita memandang langit yang tidak ada bulan pada malam yang gelap dan bersih dari awan, maka disamping melihat ribuan bintang berkelap-kelip itu, kita akan melihat sebangsa awan atau kabut putih yang panjang diatas kita. Kabut itu dikenal dengan Milky Way atau kabut susu atau lebih dikenal lagi dengan Bima Sakti. Sepintas lalu kelihatannya seperti awan yang samar-samar, namun bila diperhatikan agak lama, akan tampaklah beratus-ratus kelap-kelip kecil memenuhi kabut itu, dimana itu sesungguhnya tak lain adalah bintang-bintang juga. Bima Sakti yang terdiri dari kumpulan bintang-bintang itu disebut galaksi. Kira-kira 30 Tahun yang lalu sebelum orang membuat teleskop Nouut Polmar, jumlah bintang pada Bima sakti yang dapat diamati oleh para sarjana hanya sekitar dua milyar (2.000.000.000). tetapi setelah dunia astronomi memiliki teleskop Nouut Polmar yang diameter lensanya dua ratus inchi, maka jumlah bintang yang dapat diamati di Bima Sakti ditaksir lebih dari saratus milyar (100.000.000.000). 1. Hipotesa Terjadinya Galaksi Untuk memperoleh persepektif lebih baik tentang galaksi-galaksi, terutama tentang terjadinya atau galaksi yang paling awal lahir, perlu kembali kita memperhatikan era dentuman besar yang mengambarkan asal-usul alam semesta. Pada mulanya memang terdapat kesulitan dalam mempelajari periode awal, tetapi beberapa tahun terakhir setelah dipelajari sebagian besar masalahnya, para ahli mulai mengembangkan hipotesis-hipotesis dasar pemikiran bahwa : 1. Semua galaksi berumur hampir sama, setidak-tidaknya sedikit lebih kurang dari umur alam semesta sendiri. Maka diperkirakan terbentuk dan berkembang dari materi yang dihasilkan dari peristiwa dentuman besar yang mengawali terbentuknya alam semesta. 2. Dari kenyataan hasil pengamatan bahwa galaksi-galaksi yang terbentuk, mengarahkan kita pada dugaan (asumsi) dimana telah terjadi kondisi atau sifat inhomogenitas di dalam ledakan itu atau setidak-tidaknya sifat inhomogenitas itu berkembang segera setelah dentuman besar berlangsung. • Dua pendapat yang bertentangan a. Pendapat Kelompok Chaostic Pendapat ini dikemukakan oleh kelompok sarjana kosmologi modern yakin bahwa karena ledakan itu seluruhnya porak-poranda, hancur berantakan (chaos). Tetapi secara perlahan-lahan menurut selama waktu periode yang lama sampai menjadi satu alam yang homogeny seperti keadaan sekarang. Dasar teori kelompok sarjana kosmologi adalah karena dapat mengungkap problema-problema terperici terhadap peristiwa kekacauan turbelensi tertentu. Menurut teori ini distribusi materi ini akan menghasilkan tipe alam yang kita saksikan sekarang. Disamping keunggulan pada teori ini terdapat rintangan-rintangan di dalamnya mengenai : 1) Diperlukan mekanisme yang menerangkan proses yang perlahan-lahan menenangkan kekacuan ini. 2) Sebaliknya mekanisme ini memerlukan sejumlah energi, yang seharusnya kita masih dapat menvaksinkan atau menemukan sebagian energi ini di angkasa (langit) sekarang. Untuk itu sampai sebegitu jauh kita belum mendeteksi adanya sinyal energi itu. b. Pendapat Kelompok Quiescent Pendapat ini dikemukakan oleh sekelompok sarjana kosmologi yang percaya bahwa alam sebenarnya mempunyai suatu jumlah kecil kondisi yang inhomogenis yang lambat laun berkembang membentuk galaksi-galaksi dalam suasana tidak bergerak atau diam (quiescent). Dasar teori kelompok ini adalah kita harus dan terpaksa menyebut fluktuasi (fluctuate = berubah-ubah) tentu yang sampai kinipun tidak berhasil dan tidak dapat menemukannya. Para sarjana kosmologi umumnya menanamkan flultuasi ini sebagai ketidakstabilan gravitasional. Kita hanya berspekulasi apa yang menyebabkan hal itu terjadi, tetapi sejumlah dugaan ilmiah menyebutkan diantaranya bahwa : 1) Black hole mini primordial telah tercipta pada periode ini dan hal itu berperan menimbulkan fluktuasi-fluktuasi gravitasional hebat. 2) Black hole merupakan benih-benih di mana glaksi-galaksi terbentuk disekitarnya. 3) Para ahli astronomi berpendapat bahwa quasar-quasar berada pada pusat-pusat galaksi yang kelihatan bercahaya terang. 4) Hipotesis yang paling baik tentang sifat alami quasar itu menunjukkan bahwa energi massif quasar dapat dihasilkan oleh black hole. 5) Dari dugaan-dugaan itu sangat memungkinkan bahwa teori-teori itu mempunyai dasar pegangan yang kuat. 2. Ciri-ciri Galaksi dan macamnya a. Ciri-ciri galaksi Beberapa pendapat mengatakan bahwa galaksi merupakan gabungan dari konstelasi-konstelasi bintang. Konstelasi adalah kumpulan atau gabungan dari sejumlah tata surya, dimana sebagai contoh bahwa tata surya kita berada di dalam galaksi Bima Sakti. Galaksi-galaksi itu ada yang besar dan ada yang kecil, setiap galaksi mengandung rata-rata satu milyar bintang lebih dan barang kali mengandung planet yang jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Adapun ciri-ciri galaksi diperkirakan sebagai berikut : 1) Galaksi itu mempunyai cahaya sendiri, jadi bukan cahaya pantulan. 2) Galaksi-galaksi lainnya terlihat di luar jalur galaksi Bima Sakti, jauhnya jutaan tahun cahaya. 3) Galaksi-galaksi itu mempunyai bentuk-bentuk tertentu. 4) Jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya. Dari pengetahuan gambar galaksi luar dapat segera dilihat bahwa sebuah galaksi mempunyai komponen pusat yang terang dan piringan yang lemah cahaya tapi berdimensi lebih luas dibanding dengan pusatnya. Namun juga sering ditemui bentuk galaksi yang berbentuk tidak beraturan. Orientasi galaksi yang acak juga memberi kesempatan manusia bisa memperoleh gambar bentuk galaksi dilihat dari berbagai sisi. Secara singkat komponen system tata bintang dapat dibagi atas : 1. Pusat atau inti Galaksi ( Bulge ) Pusat galaksi diselubungi kawasan Bulge. Bulge terdiri dari bintang raksasa atau bintang berevolusi lanjut terdistribusi hingga 3 kpc dari pusat galaksi. Bulge terbagi menjadi Bulge dalam (< 1 kpc) dan Bulge luar (1 kpc < R < 3 kpc). Bulge dalam dihuni dengan bintang raksasa merah pemancar radiasi infra merah kuat, kemungkinan berasal dari bintang yang bermassa lebih besar. Distribusi bintang pemancar IR kuat menunjukkan bintang distribusi dalam kawasan Bulge sekitar 1,3 kpc – 1,5 kpc dari pusat galaksi. Bulge luar terdiri dari bintang pemancar IR yang relative lemah. Didaerah batas antara Disk Bulge terdapat kawasan expanding-arm 3 kpc dari pusat galaksi. 2. Piringan Galaksi (Galactic Disk) Secara global materi yang terdistribusi dalam Disk atas terdiri dari bintang, debu dan gas. Melalui distribusi bintang komponen bintang penghuni Disk dibagi menjadi komponen Disk Dalam dan komponen Disk Luar. Lengan spiral galaksi merupakan pola yang berada dalam piringan galaksi, bagian dari Disk Dalam. Sekarang dikemukakan adanya komponen Spheroidal, merupakan komponen Disk Luar. Gugus bintang bola juga merupakan komponen Disk Luar. 3. Halo Galaksi Komponen Halo berada sekitar 50.000-100.000 tahun cahaya dari Pusat Galaksi (atau sekitar 15 kpc). Keberadaan Halo Galaksi tidak bisa dikenali dengan mata telanjang. Foto inframerah tidak menampakkan tanda-tanda adanya pengelompokan bintang inframerah di sekitar kawasan Halo atau Korona Galaksi. Komponen Halo dibagi menjadi komponen terang dan kelompok gelap. 4. Korona Galaksi Stabilitas kurva Galaksi mengindikasikan adanya korona galaksi. Komponen korona galaksi mungkin berupa bintang yang terlalu lemah cahayanya sehingga tidak terdeteksi dengan teleskop optic maupun teleskop inframerah. Komponen korona galaksi tersebut juga tidak terdeteksi dengan teleskop radio. Oleh karena itu timbul spekulasi bahwa penghuni korona galaksi kemungkinan adalah partikel erlementer berupa neutrino. 5. Lengan Spiral Galaksi Sekarang telah diketahui banyak piringan Galaksi (bidang galaksi terletak di dalamnya) yang mempunyai struktur lengan spiral. Secara alamiah piringan galaksi Bima Sakti juga diyakini mempunyai struktur lengan spiral. Ahli-ahli astronomi yang banyak menerangkan tentang galaksi diantaranya Edwin Hubble, Nu Mayal dan Harlow Shapley. Berdasarkan perbedaannya menurut Hubble, galaksi digolongkan sebagai berikut : 1. Galaksi Spiral atau bentuk S Galaksi ini meliputi jumlah 80% dari semua galaksi yang diketahui. Galaksi bentuk S terlihat seperti pusaran api raksasa dan mempunyai struktur yang paling teratur. Pada umumnya galaksi bentuk ini mempunyai tiga bagian yang dapat dibedakan dengan nyata yaitu : 1. Pusat Roda 2. Selubung yang membungkus pusat, terdiri dari bintang dan gugus bintang. 3. Piringan dengan lengan spiral. 2. Galaksi Elips atau bentuk E Galaksi ini meliputi jumlah 17% dari semua galaksi yang diketahui. Galaksi bentuk E terlihat lebih terang seperti bola lonjong besar yang bersinar. Jika dibandingkan dengan galaksi spiral, maka galaksi bentuk elips merupakan galaksi yang sederhana karena hanya terdiri : 1. Pusat Roda 2. Selubung yang membungkus pusat 3. Galaksi Tak Beraturan atau TB Galaksi ini meliputi jumlah kurang dari 3% dari semua galaksi yang diketahui. Galaksi TB terlihat sebagai gumpalan datar atau enggokan bintang yang semakin menebal, sebagian menipis dalam batas-batas yang tidak jelas. b. Macam-Macam Galaksi Sekarang dengan teleskop yang lebih modern lebih banyak ditemukan galaksi-galaksi di alam semesta. Galaksi-galaksi itu antara lain : 1. Galaksi Bima Sakti Galaksi Bima Sakti ditemukan pada 18 Juli 1783, oleh seorang astronom Inggris William Hershel. Galaksi Bima Sakti terdiri atas 400 milyar bintang, dengan garis tengah sekitar 130.000 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9.500 milyar kilometer). Galaksi Bima Sakti merupakan rumah bagi matahari kita beserta planet-planet yang mengelilinginya. 2. Galaksi Andromeda Galaksi ini menurut Hubble memiliki keganjilan antara lain : a) Pusat galaksi tidak terurai menjadi bintang-bintang terpisah. b) Gugus bulatnya empat kali lebih redup dari pada gugus bulat Bima Sakti. Keadaan lain dari galaksi ini adalah sebagai berikut : 1) Galaksi Andromeda dari bumi berjarak lebih dari dua juta tahun cahaya. 2) Spiralnya terdiri dari tujuh lengan membelit ketat dan tergores debu serta bernyala biru akibat cahaya bintang muda yang bermasa besar. 3) Intinya sangat terang dan berwarna putih, tetapi disekitarnya tampak sejumlah gugus bintang-bintang selubung yang sudah tua dan berwarna merah jambu. 4) Dua satelit Andromeda yakni NGC 205 dan NCG 221 terlihat disebelah kiri pusat Andromeda dimana disebelah kanan bawah pusat tersebut. 3. Galaksi Dolar Perak (Silvery Coin) Berupa galaksi spiral pipih NGC 233, kira-kira sejauh 13 juta tahun cahaya. Karena demikian “dekat” kecepatan majunya mengalahkan kecepatan pemuaian kosmos. Ini merupakan salah satu dari beberapa galaksi yang mendekati galaksi Bima Sakti. 4. Galaksi Roda Biru (Blue Pin Whell) M 33 Berupa galaksi spiral yang kecil dan paling dekat sehingga para astronom dengan jelas dapat melihat bintangnya, terletak kira-kira sejauh 2 juta tahun cahaya. 5. Galaksi Pusaran Air M 51 Sebagai galaksi spiral yang terlentang dan didampingi oleh pengiring yakni sebuah galaksi yang tidak teratur. Lengannya diterangi bintang maha besar. 6. Kabut magelian (Magellanic Clouds) Gugus bintang ini disebut kabut Magellan karena ditemukan oleh Magellan pada tahun 1519. Berupa galaksi-galaksi yang terletak di konstelasi Darado dan Tucana. Kabut yang terang dan besar di sebut Mangellan Besar dan yang kecil disebut Mangellan kecil. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Alam semesta merupakan suatu ruang tanpa batas dan sangat luas. Alam semesta kira-kira terbentuk ribuan juta bersamaan dengan adanya letusan-letusan besar. Teori yang menyatakan terbentukannya alam semesta antara lain : 1) Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory), yaitu bahwa alam semesta lebih kurang sama, bukan hanya dimana-mana tetapi juga setiap saat. 2) Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory), menurut teori ini, jagat raya terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya membentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan partikel-partikel lain. 3) Teori Oscilasi (Oscilation Theori), Pendapat ini juga disebut teori alam semesta berayun yang berpendirian bahwa semua materi bergerak saling menjauh dan bermula dari masa termampat. Galaksi adalah suatu sistem bintang atau tatanan bintang-bintang. galaksi tersusun secara menggerombol dan tiap-tiap anggota galaksi memiliki gaya tarik-menarik (gravitasi). Para ahli mulai mengembangkan hipotesis-hipotesis dasar pemikiran bahwa : 1. Semua galaksi berumur hampir sama, setidak-tidaknya sedikit lebih kurang dari umur alam semesta sendiri. Maka diperkirakan terbentuk dan berkembang dari materi yang dihasilkan dari peristiwa dentuman besar yang mengawali terbentuknya alam semesta. 2. Dari kenyataan hasil pengamatan bahwa galaksi-galaksi yang terbentuk, mengarahkan kita pada dugaan (asumsi) dimana telah terjadi kondisi atau sifat inhomogenitas di dalam ledakan itu atau setidak-tidaknya sifat inhomogenitas itu berkembang segera setelah dentuman besar berlangsung. DAFTAR PUSTAKA Endarto, Danang, dkk. 2009. GEOGRAFI untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Grahadi. Stott, Carrle, 2007. Bintang dan Planet. Jakarta : Erlangga. http://langitselatan.com/2008/10/05/bahwa-alam-semesta-sudah-tua/ http://jv.wikipedia.org/wiki/Galaksi http://risalnarazinedine.blogspot.com/2008/11/galaksi-di-alam-semesta.html

Alam Semesta II

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Kegiatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berawal dari pengamatan dan pencatatan baik terhadap gejala-gejala alam pada umumnya maupun percobaan-percobaan yang dilakukan dalam laboratorium. Dari hasil pengamatan atau observasi ini manusia berusaha untuk merumuskan konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum dan teori. Jika dilihat dari arah prosesnya maka dalam hal ini eksperimen mendahului teori. Proses IPA tidak berhenti disini tetapi dari hasil IPA yang berupa konsep, hukum dan teori ini maka terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Demikian proses IPA berlangsung terus sehingga selalu terdapat mekanisme kontrol, bersifat terbuka untuk selalu diuji kembali dan bersifat kumulatif. Pengetahuan yang diperoleh selalu bertumpu di atas dasar-dasar sebelumnya dalam kerangka yang bersifat kumulatif, sehingga karenanya bersifat konsisten dan sistematis. IPA berkembang secara dinamis. Proses IPA yang dinamis ini oleh karena menggunakan metode keilmuan di mana peranan teori dan eksperimen saling memperkuat. Keuntungan dari IPA yang dinamis ini adalah perkembangan IPA yang pesat bahkan dalam jangka waktu yang singkat. Kemajuan IPA ini mendukung perkembangan teknologi yang pada gilirannya dapat menaikkan kesejahteraan manusia. 2. TUJUAN PENULISAN Semoga dengan penulisan makalah ini kita dapat memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai salah satu ruang lingkup IPA yaitu tentang “Alam Semesta, Tata Surya dan Teori terbentuknya Bumi¨ 3. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Tulisan ini memfokuskan pada topik permasalahan mengenai salah satu ruang lingkup IPA yaitu, ¨Alam Semesta, Tata Surya dan Teori terbentuknya Bumi¨. Dalam makalah ini akan mengupas sejauh mana hubungan dari topik makalah tersebut, sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas sejarah dan perkembangan mengenai topik yang disajikan dan menjadikan nilai tambah dalam pelajaran mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. BAB II PEMBAHASAN 1. RUANG LINGKUP ILMU PENGETAHUAN ALAM (NATURAL SCIENCE) Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Alamiah (Natural Science) adalah suatu ilmu yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan merupakan ilmu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang khusus yaitu dengan melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan yang lain. Cara ini dikenal dengan metode ilmiah yang pada dasarnya merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Sejak digunakannya metode ilmiah didalam penelitian ilmiah, dimulailah IPA modern yang kemudian berkembang sangat pesat. Perintis-perintis IPA modern mempunyai andil besar dalam mengembangkan ilmu ini sesuai dengan bidangnya masing-masing sebagai berikut : a. Ilmu Kimia (Chemistry) Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda hidup dan tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan-perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi menjadi Kimia Anorganik dan Kimia Organik. Kedua bagian itu pada dasarnya membahas dasar keseluruhan, kemudian diikuti dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Baru pada akhir abad ke-17 ilmu kimia berkembang sebagai suatu ilmu pengetahuan setelah Antoine Lauzent Lavoisier lewat “Metode Ilmiah' melakukan pengamatan, menghubungkan kenyataan-kenyataan, mengemukakan perkiraan, menguji perkiraan dengan percobaan-percobaan selanjutnya dan akhirnya menarik kesimpulan melalui penyelidikannya secara kuantitatif pembakaran zat-zat seperti besi, timah dan sebagainya. Ternyata hasil pembakaran mempunyai massa lebih besar dari zat semula yang dibakar, sedangkan tekanan udara dalam tabung berkurang, berarti ada sesuatu dari udara tersebut bersenyawa dengan zat yang dibakar. Selanjutnya ilmu pengetahuan ini berkembang deangan pesat sehingga kita dapat memperoleh hasil seperti : - Penggunaan teknik kimia ; orang dapat mendirikan industri dasar yang menghasilkan bahan-bahan dasar untuk keperluan industri seperti asam cuka, asam nitrat, asam sulfat, dll. - Penggunaan teknik nuklir ; Untuk membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radioaktif, misalnya sinar rontgen, perbaikan bibit unggul - Penggunaan teknik mekanik ; Membuat desain bermacam-macam mesin dari instrumen yang sangat halus sampai lokomotof dan mesin-mesian yang sangat kompleks. b. Ilmu Biologi (Biological Science) Ilmu pengetahuan yang mempelajari mahluk hidup dan gejala-gejalanya. Ilmu Bilologi meliputi : Botani, Zoologi, Morfologi, Anatomi, Fisiologi, Sitologi, Histologi dan Palaentologi. Asal Mula Kehidupan di Bumi Sebelum abad ke-17 para ahli menganggap bahwa mahluk hidup terjadi dengan sendirinya dari mahluk tak hidup yang disebut teori generatio spotanea atau abiogenesis. Dengan adanya renaissance, mulai timbul paham baru : 1. Francesco Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia, membuktikan bahwa ulat pada bangkai berasal dari telur lalat, yang meletakkan telurnya dengan sengaja. Dari berbagai percobaan, mendapatkan peristiwa yang serupa. Ia menemukakan pendapat bahwa kehidupan berasal dari telur atau comne vivum ex ovo. 2. Lazzaro Spallanzani (1729-1799), ahli Biologi dari Italia, dengan eksperimen erhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, maka tak terjadi pembusukan. Ia mengambil kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup atau omne ovum ex vivum. 3. Louis Pasteur (1822-1895), sarjana Perancis, melanjutkan teori Spallanzani, dengan eksperimen berbagai jasad renik. Ia mendukungnya, meskipun banyak yang menentang. Kemudian menarik kesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar tumbuh kehidupan baru atau omne vivum ex vivum. Maka timbullah teori biogenesis. 4. Oparin (1938) sarjana Rusia, mengemukakan hipotesis bahwa ada mahluk peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup. Hipotesiss ini berdasarkan penelitian ahli lain di bidang Ilmu Kimia. Kita telah mengetahui bahwa tubuh organisme 99% terdiri dari senyawa Karbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. 5. Harold Urey (1893) di Amerika Serikat mengemukakan pendapat bahwa atmosfer bumi suatu waktu pernah mengandung banyak CH4 (metana), HN3 (amonia), H2 (hidrogen) dan H2O (air) dalam bentuk gas. Zat tersebut sangat mungkin bergabung membentuk ikatan organik, dimana kehidupan biasanya berlangsung. Pendapat ini dikenal dengan teori Urey 6. Stanley Miller (1953) berhasil membuat model alat laboratorium yang sederhana untuk membuktikan teori Urey. Ekologi Ilmu yang mempelajari interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya. Suatu sistem di mana terdapat keseimbangan ekologis dinamakan ekosistem yang terdiri dari : a) Komponen abiotik, misalnya tanah, udara air, cahaya & suhu. b) Komponen biotik, semua mahluk hidup yang ada di kawasan non biotik yang terdiri dari produsen, konsumen, pengurai dan rantai makanan. Sejarah Perkembangan Mahluk Hidup Menurut suatu teori, organisme sekarang yang beraneka ragam adalah hasil dari proses evolusi kehidupan yaitu suatu perubahan kehidupan menjadi kehidupan lainnya melalui suatu proses yang perlahan-lahan dan mungkin memakan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Perbedaan mahluk hidup dengan benda mati Makhluk hidup merupakan suatu substansi yang dapat menjalankan proses kehidupan sedangkan benda mati merupakan substansi yang tidak menjalankan proses kehidupan dengan masing-masing mempunayi ciri-ciri antara lain : 1. Makhluk hidup bergerak, benda mati tidak dapat bergerak. 2. Makhluk hidup mengadakan metabolisme, benda mati tidak dapat mengadakan metabolisme 3. Makhluk hidup dapat mempertahankan jenisnya/hidupnya, benda mati tidak. 4. Makhluk hidup tanggap terhadap rangsang, benda mati tidak. c. Ilmu Fisika (Physics) Ilmu fisika adalah ilmu yang mempelajari benda tidak hidup/mati dari aspek wujud dengan perubahan-perubahanyang bersifat sementara. Fisika secara klasik dibagi dalam mekanika, panas, bunyi, cahaya, gelombang, listrik, magnit, teknik mekanik, teknik sipil, teknik listrik. Astromoni merupakan pengetahuan tertua karena seperti matahari, bulan, bintang yang demikian mudah disaksikan bersangkut paut dengan kegiatan sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir ini manusia telah banyak belajar tentang antariksa, banyak informasi yang diperoleh melalui satelit. Pada tahun 1973 Skylab telah diluncurkan untuk penyelidikan ilmiah mengenai kehidupan di ruang angkasa karena pengaruh tanpa bobot akan menyebabkan pembuluh darah melembek akibat kurang penggunaannya, badan akan kekurangan cairan, kekurangan kalsium yang kan mengeraskan tulang. Untuk itu antariksawan harus bersenam 30 menit sehari. Setelah 2 minggu mengorbit jantung antariksawan mengerut 3%. Para ilmuwan menemukan fakta dan berusaha mendefinisikan secermat mungkin melalui pengukuran berdasarkan hasil perolehan fakta yang didapat dan dibuktikan melalui eksperimen- eksperimen lebih lanjut. Seperti Maxwell mengemukakan teorinya tentang elektromagnetik, Hertz mencari gelombang radio, dll Laju perkembangan ilmiah makin lama makin cepat, sehingga manusia terus berusaha dan mencoba menjelaskan mengenai benda-benda dia alam disekelilingnya yang tidak diketahuinya. khususnya pemahaman teori-teori tentang terbentuknya alam semesta, sistem tata surya serta pengetahuan lebih jauh tentang bumi dengan segala lapisan selubungnya. 2. ALAM SEMESTA Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet dan galaksi. Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya. a. Teori Terbentuknya Alam Semesta : (1) Teori Keadaaan Tetap (Steady-state theory) Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju merah, yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah. Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontraksi). Dengan demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai adanya pengembangan. (2) Teori Dentuman Besar (Big-bang theory) Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Teori ini menyatakan pada mulanya alam semesta berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar keruang alam semesta. Berdasarkan dari asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai masa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Sejak itulah dimulai ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus berlangsung jutaan tahun lagi. Pada suatu saat nanti ekspansi tersebut akan berakhir. b. Teori terbentuknya Galaksi dan Tata Surya Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang tetap seperti matahari. Galaksi merupakan kumpulan 1011 atau 100 milyard bintang-bintang, salah satu diantaranya adalah Matahari atau pusat tata surya kita ini. Kumpulan bintang-bintang dan dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau berbentuk cakram. Dimana garis tengahnya mempunyai panjang 100 tahun cahaya, tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari atau pusat tata surya kita berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi. Berdasarkan apa yang nampak dari hasil pengamatan, dapat kita bedakan adanya 3 macam galaksi : a. Galaksi berbentuk spiral b. Galaksi berbentuk elips c. Galaksi berbentuk tak beraturan Induk dari matahari kita adalah galaksi Bima Sakti (Milky Way) yang berbentuk spiral dan memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang dan masih banyak gumpalan-gumpalan kabut gas maupun galaksi kecil yang banyak jumlahnya. Galaksi Andromeda merupakan galaksi terdekat yang juga berbentuk spiral dan jauhnya 870.000 tahun cahaya. Galaksi mengadakan rotasi dengan arah berlawanan dengan jarum jam 1) Hipotesis Nebular Dikemukakan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796 yang menyatakan bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas (nebule). Pada proses kondensasi ada sebagian yang terpisah dan merupakan cincin terbentuklah planet beserta satelitnya yang mengelilingi pusat, pusatnya itu menjadi sebuah bintang/matahari. 2) Hipotesis Planettesimal Dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Terbentuknya planet-planet tidak harus dari satu badan tetapi diasumsikan ada bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang dimana tata surya kita merupakan bagiannya. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut planettesimal. (3) Teori Tidal/Teori Pasang Surut Dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1919). Menurut teori ini planet merupakan percikan dari matahari yang sampai kini masih nampak ada. Percikan tersebut disebut Tidal. Tidal yang besar kemudian akan menjadi planet itu disebabkan oleh adanya dua buah matahari yang bergerak saling mendekat. c. Sistem Tata Surya Pada zaman Yunani kuno, seorang filsafat bernama Clausius Ptolomeus mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta. Menurut pandangan ini, matahari, bulan dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya. Pandangan Geosentris ini 14 abad lamanya dianut orang Pada abad ke-16, seorang ilmuwan Polandia “Nikolas Kopernikus” mengubah pandangan diatas. Menurutnya bumi adalah planet dan seperti halnya dengan planet planet yang lain, beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya (heliosentris). Pandangan ini didasari oleh adanya hasil pengamatan yang teliti serta perhitungan yang sistematis. Kesemuanya ini berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan telah berkembangnya matematika dan fisika sebagai sarana penunjang pada masa itu. Setelah adanya teropong dapat diamati planet-planet dan benda angkasa lain yang lebih banyak lagi seperti satelit, komet, meteor, debu dan gas antar planet. Semua benda angkasa ini beredar mengelilingi matahari sebagai pusat disebut Sistem Tata Surya. Planet di dalam Tata Surya kita dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. Planet Kecil (kerdil), seperti : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Ciri umumnya garis tengahnya kecil, tetapi padat, rapat masa rata-ratanya terletak antara 2,4 – 5,5 gram setiap sentimeter kubik, biasanya tidak berlapisan angkasa tebal. Golongan ini menempati lintasan yang dekat dengan matahari 2. Planet Raksasa, terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Garis tengahnya jauh lebih besar dibandingkan pada golongan pertama namun kurang padat. Rapat masa sangat rendah, misalnya Saturnus antara 0,7 – 1,6 gram setiap sentimeter kubik. Lintasan golongan ini jauh dari matahari. Kesamaan planet di dalam tata surya : 1. Berevolusi (beredar mengelilingi titik pusat gravitasi, dalam hal ini matahari) dan berotasi (bergasing mengelilingi pusat masa planet sendiri). Keduanya bergerak searah berlawanan dengan jarum jam jika dilihat dari kutub utara. Aturan ini hampir tidak kecualinya diikuti denga patuh, kecuali oleh beberapa satelit. 2. Bentuk lapisan planet mengelilingi matahari ataupun satelit mengelilingi planet hampir menyerupai lingkatan. Yang mengingkari hukum ini ialah Merkurius dan Pluto yang masing-masing mempunyai keeksentrikan 0,206 dan 0,247. 3. Selain lintasannya yang sepusat (konsentris) semua lintasan tersebut terdapat pada bidang edar yang satu dengan lainnya hampir berhimpitan. b. Bagian-bagian Tata Surya Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar mengelilinginya. Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi (1) Matahari Matahari merupakan tata surya yang paling besar, dimana 89% massa tata surya terkumpul pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya, matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit : fotosfer, chromosfer dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer. Kulit fotosfer suhunya + 60000oC dan memancarkan hampir semua cahaya. Beberapa pendapat para ahli tentang matahari : 1. MJ. Meyer : Panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. 2. H. Helmholz : Teori kontraksi bahwa panas berasal dari menyusutnya bola gas. 3. Dr. Bothe : Panas matahari berasal dari reaksi-reaksi nuklir yang disebut reaksi “hidrogen helium sintetis”. Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena : a. Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batubara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari. b. mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran planet lain. c. Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti mempelajari bintang-bintang lain. (2) Planet Merkurius Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari diserap. Garis tengahnya 4500 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari dan mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari. (3) Planet Venus Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal dengan Bintang Kejora yang bersinar terang pada waktu sore dan pagi hari. Mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang diserap. Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon dioksida tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen. Planet ini tidak mempunyai satelit. Venus bergaris tengah 12.320 km, Rotasi venus + 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari. (4) Planet Bumi Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak bumi dan matahari 149 juta km. Bumi mengalami rotasi 24 jam, bumi mempunyai atmosfer dan mempunyai sebuah satelit yaitu bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Massa jenis bumi rata-rata + 5,52. a. Gerak Rotasi Bumi Pepatan bumi besarnya 1/300 hingga dapatlah dianggap bumi memiliki bentuk bola. Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bola langit. Para sarjana dari Yunani seperti Pythagoras, Philolaus, Herakleitos dan Kopernikus dari Polandia mengemukakan bahwa bola langit tetap tinggal diam sedang bumi berputar pada sumbunya dari barat ketimur dan disebut rotasi yang arahnya sama dengan arah revolusi. b. Akibat Rotasi Bumi 1. Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan matahari, bulan, bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya terbit dari Timur dan terbenam di barat. 2. Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola bumi menerima sinar matahari (siang), sedang separuh bola lainnya mengalami kegelapan (malam). 3. Penyerongan/penyimpangan arah angin, arus laut, yang dapat diterangkan dengan hukum Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin) tidak begerak lurus dari daerah maksimum ke daerah minimum, tetapi membias ke kanan bagi belah bulatan utara dan membias ke kiri bagi belah bulatan selatan. 4. Penggelembungan di katulistiwa serta pemepatan di kutub bumi. 5. Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan bumi tersebut serta pengurangan gaya tarik hingga arah vertikal tidak tepat menuju ke titik pusat bumi, terkecuali di katulistiwa dan di kutub. 6. Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam. 7. Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya. c. Gerak Revolusi dari Bumi Berkat penyelidikan para sarjana : Galileo Galilei, Tycho Brahe dan Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Kopernikus diakui keunggulannya. Dalam susunan ini bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama 1 tahun. Akibat dari revolusi bumi : 1) Pergantian 4 musim yakni di sebelah utara garis balik utara (23 ½ LU) 2) Perubahan lamanya siang dan malam. 3) Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan. Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Menurut hukum Keppler pertama, maka orbit-orbit setiap planet memiliki bentuk bangun elips d. Gaya Gravitasi Terrestrial dari Bumi Bumi mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan gara gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi memiliki bobot karena pengaruh gaya gravitasi bumi. e. Waktu Waktu 24 jam dalam sehari semalam adalah berdasarkan gerak semu matahari dalam membuat satu revolusi lengkap. Bagi tujuan sehari-hari maka kita menggunakan waktu solar. Bagi keperluan tujuan astronomi atau perjalanan antar planet maka digunakan waktu sideris yang 4 menit lebih awal dari waktu solar. f. Tahun Penanggalan (Kalender) Bangsa mesir kuno, Sumeria dan Hindu sejak jaman dahulu memiliki perhitungan waktu yang berdasarkan revolusi bumi dan tahunnya disebut tahun matahari. Semenjak Julius Caesar (46 BC) telah ditetapkan bahwa tiap-tiap tahun terdiri dari 365 hari. Tahun keempat ditambah dengan satu hari yang disebut tahun kabisat (leap year) (5) Planet Mars Jarak planet Mars dengan matahari 226,48 juta km. Garis tengahnya 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirimkan oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis. Mars mempunyai 2 satelit/bulan yaitu phobus dan daimus (6) Planet Yupiter Merupakan planet terbesar bergaris tengah 138.560 km dengan rotasinya 10 jam dan mempunyai kurang lebih 14 satelit. Berdasarkan analisis spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi. (7) Planet Saturnus Merupakan planet terbesar setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400 km, berotasi 10 jam dan merupakan planet yang mempunyai cincin sabuk raksasa. Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm2, sehingga terapung diair. Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103oC. Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan. (8) Planet Uranus Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84 tahun, rotasinya 10 jam 47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang lainnya yaitu dari timur ke barat. Uranus bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada Januari 1986 Uranus memiliki 14 satelit (9) Planet Neptunus Jaraknya dengan matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali putar. Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya disebut Triton yang bergerak berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. (10) Planet Pluto Merupakan planet terjauh dari matahari dengan jarak + 5811 juta km dan tidak memiliki satelit. Suhu rata-rata pada planet ini 220oC. Pluto adalah nama dewa kegelapan dari bangsa Yunani berdasarkan kenyataan planet itu mendapat sinar matahari paling sedikit. d. Benda-benda lain dalam Tata Surya Selain planet-planet, pada tata surya terdapat benda-benda sebagai berikut: (1) Planetoida/Asteroida Pada tahun 1801, Piazzi astronom dari Italia menemukan benda langit yang berdiameter + 900 km beredar mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter yang berjumlah + 2.000 buah. Benda-benda langit itu disebut Planetoida. Pada tahun 1801 astronom Italia, Piazzi menemukan asteroid Ceres yang bergaris tengah 750 kilometer. (2) Komet/Bintang Berekor Merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi oleh kabut asap yang berdiameter + 100.00 km (termasuk selubung gas) dan diamter intinya yang berupa bungkah-bungkah batu berkisah 10-20 km Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi dan gas yang berpendar memancarkan cahaya. (3) Meteor/Bintang Beralih Merupakan batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 – 0,5 mm dan massanya < 1 gram. Merupakan semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik.Jika oleh sesuatu sebab meteor masuk atmosfer bumi, karena gesekan dengan atmosfer akan timbul panas dan nampak berpijar. Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang beralih. Jika meteor akan nampak memasuki atmosfer bumi karena suhunya yang tinggi meteor itu akan hancur sampai kepermukaan bumi. Meteor yang sampai ke permukaan bmi disebut meteroid yang massanya + 10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumi yang menimbulkan kawah meteor di Arizona dan Siberia. Meteorid tersebut mengandung besi dan nikel (4) Satelit Merupakan pengiring planet. Yang bersama-sama mengelilingi matahari. Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi yang berotasi dalam 1 hari dan berevolusi satu bulan. Jarak bumi dan bulan + 384.403 km. Perbandingan antara bumi dan bulan sebagai berikut : (1) Massa bulan = 1/10 massa bumi. (2) Diameter bulan = ¼ Diameter Bumi = 3000 km (3) Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi Permukaan bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung. Dipermukaan bulan tidak ada hawa mengakibatkan : (1) Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 100oC dan terendah -173oC. (2) Bunyi tidak dapat merambat sehingga sangat sunyi. (3) Langit tampak kelam (4) Tidak ada peredaran air, sehingga kering kerontang. 3. BUMI a. Hipotesis Kejadian Bumi (1) Hipotesis Kabut dari Kant dan Laplace Immanuel Kant (1755) dari Jerman, mengemukakan pikiran tentang kejadian bumi bahwa asal segalanya dari gas yang bermacam-macam, yang tarik menarik membentuk kabut besar. Terjadinya benturan masing-masing gas menimbulkan panas. Matahari berputar kencang dan di katulistiwanya memiliki kecepatan linear paling besar sehingga terlepaslah fragmen-fragmen. Fragmen- fragmen inilah yang tadinya pijar melepaskan banyak panas dan mengembun, kemudian cair dan bagian luar makin padat. Demikianlah terjadi planet-planet, termasuk bumi. Pierrre de Laplace (1796) dari Perancis mengemukakan adanya kabut yang berputar dan pijar. Dikatulistiwa terjadi penumpukan awan. Jika masa ini mendingin maka terlepaslah sedikit material dari induknya. Fragmen tadi jadi dingin dan mengembun, berputar mengelilingi induknya. Kemudian menyusul terlepasnya fragmen yang kedua dan seterusnya. Sembilan buah planet yang kini beredar dianggap terjadi dengan cara yang sama. Induknya adalah matahari. (2) Hipotesis Planetesimal Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton, kira-kira seratus tahun setelah Kant dan Laplace, beranggapan matahari asal yang didekati oleh suatu bintang besar yang sedang beredar, maka terjadi tarik menarik sesuai dengan hukum Newton. Peledakan dimatahari melepaskan sebagaian materialnya dan tertarik oleh adanya bintang yang mendekat tadi. Material matahari itu akan sedikit menjauh dan kemudian mendingin sementara bintang besar itu terus berlalu. Selanjutnya terjadi pengembunan dan terbentuk sembilan planet dan planetoida. b. Susunan Lapisan Bumi Menurut Hipotesisi Kant-Laplace : Bahwa bumi kemudian mendingin disebelah luar sedangkan di dalam masih panas. Didekat permukaan menjadi beku dan disebut kerak bumi. Suess dan Wiechert (1919) membagi lapisan bumi sebagai berikut : 1) Kerak bumi, tebalnya 30-70 km, terdiri batuan basal dan acid. Massa jenisnya kira-kira 2,7 mengandung banyak Silikat dan Aluminium. 2) Selubung bumi atau sisik silikat (Si), tebalnya 2.200 km, massa jenisnya 3,6-4. Selubung bumi bersama kerak bumi disebut Lithosfera. 3) Lapisan Chalkosfea, tebalnya 1.700 km, massa jenisnya 6,4 terdiri dari oksida besi dan sulfida besi. 4) Inti bumi, atau Barisfera, merupakan bola dengan jari-jari 3.500 km, massa jenisnya 9,6 terdiri dari besi dan nikel Kuhn dan Pittman (1940) mengemukakan bahwa sesungguhnya bumi berasal dari matahari, maka inti bumi seharusnya juga seperti material matahari. Yaitu terdiri sebagaian besar Hidrogen. Holmes (1936) mengemukakan bahwa kerak bumi sebagai berikut : 1. Bagian atas setebal 15 km, massa jenisnya 2,7 dan disebut magma-granit. 2. Lebih kedalam tebalnya 25 km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-basal. 3. Bagian terbawah kerak bumi, setebal 20 km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-peridotit dan eklogit. Wiechert (1910), mengemukakan bahwa pada pokoknya bagian Lithosfera terdiri dari Silikat dan Aluminium. Disebelah bawah terutama di lautan terdapat lapisan berat yang terdiri dari Silikat dan magnesium. Wegner (1930) mengajukan hipotesis Continental drift (perkisar benua) : permukaan bumi terdiri dari beberapa lempeng besar berukuran benua, masing-masing terdiri dari bagian oceanis dan kontinental yang bergerak relatif yang satu terhadap yang lainnya. Tebal tiap lempeng kerak bumi kira-kira 80 km. Kecepatan relatif lempeng-lempeng ini berkisar 1 – 13 cm setahun. Lempeng-lempeng kerak bumi ini dipisahkan yang satu dengan yang lain oleh batas lempeng yang geraknya dapat bersifat divergensi, konvergensi atau shear (gesekan). Batas lempeng ini adalah sangat labil dan ditandai oleh gunung api yang aktif serta kegempaan yang tinggi c. Atmosfer, Hidrosfer dan Lithosfera (1) Atmosfer Merupakan selimut gas yang mengelilingi bumi. Menurut pendapat para ahli pada jarak 100 km diatas permukaan bumi masih terdapat udara. Lapisan dalam Atmosfer : 1) yang dekat dengan permukaan bumi setebal + 10 km disebut troposfer 2) Lapisan diatas troposfer disebut stratosfer Troposfer mempunyai susunan gas yang beragam, hal ini disebabkan karena adanya angin yang vertikal maupun horizontal. Susunan gas dalam troposfer : - 78% zat lemas - 1% gas oxigin - 0,0% asam arang Selain itu juga mengandung : - Uap air yg %nya tidak tetap, jumlah tersebut tergantung pada tempat dan waktu. - Benda bukan gas yaitu debu berfungsi sebagai inti kondensasi. - Selanjutnya masih ada Ozon, Argon, Helium dan zat cair Di Stratosfer sususnannya tidak homogen dan terdapat mlapisan-lapisan udara yang B.D nya berbeda-beda. Bumi menerima panas dari matahari, dari bumi sendiri dan dari bulan. Di pusat bumi terdapat temperatur yang sangat tinggi. Panas yang dikirim matahari ke bumi relatif tidak berubah tetapi yang berubah adalah penerimaan panas tersebut oleh bumi. Penerimaan yang berubah-ubah ini disebabkan kondisi awan yang ada diudara. (b) Hidrosfer Hidrosfer tidak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan bumi, tapi hanya 75% yang meliputi lautan, danau-danau dan es yang terdapat dalam kedua kutub. Kedalaman laut rata-rata 4.000 m, yang terdalam di dekat pulau Guam, dengan kedalaman 11.000 m. Hidrosfer mempunyai pengaruh yang besar terhadap atmosfer, karena air yang menguap akan membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan hujan, kembali ke laut lagi. Siklus air semacam itu berlangsung berabad-abad. Siklus ini menyebabkan air laut menjadi asin karena garam mineral yang mudah larut pada kerak bumi terbawa ke laut secara terus menerus. (c) Lithosfera Lithosfera ini tebalnya hanya kurang lebih 32 km, merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia yang berupa benua-benua dan pulau-pulau sebagai tempat tinggal. Ketebalan lithosfer tidak sama bagian tebal berupa benua setebal 8 km, bagian tipis berupa dasar laut yang dalam setebal 3,5 km dan terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan sebelah atas terdiri atas silikon dan aluminium dengan Berat Massa (BM) rata- rata 2,65 dan lapisan sebelah dalam terdiri atas silikon dan magnesium, dengan BM 2,9. c. Kelahiran Alam Semesta ditinjau dari Sudut Islam Menurut sudut pandang Islam, dunia diciptakan Allah, dipelihara oleh-Nya serta kembali kepada-Nya. Salah satu makna ayat “Allah adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batil”(QS. 57:3), yakni Allah adalah asal dan akhir alam semesta. Dia juga makna gaib segala sesuatu dan bahkan tanda-tanda nyata atau aspek luar segala sesuatu yang menrefleksikan nama-nama dan sifat-Nya. Kaum muslim memandang hukum alam bukan sebagai hukum independen yang berjalan dengan sendirinya seolah-olah dunia memiliki independensi ontologis. Mereka memilah hukum-hukum ini sebagai refleksi kebijaksanaan Allah dan perwujudan kehendak-Nya. Begitu banyak ayat Al-Qur'an menyebutkan hukum paling mendasar yang mengatur perputaran alam. Hukum moral Islam berlaku tidak hanya dalam masyarakat manusia, tetapi mencakup hewan, tumbuhan dan seluruh alam tak bernyawa. Sebagai muslim yang baik di dunia adalah memperhatikan kebijaksanaan Allah di manapun berada dan manjaga ciptaan-Nya seperti Dia menjaga kita dan seluruh ciptaan-Nya. 4. PENEMUAN TERKINI MENGENAI TATA SURYA A. PENEMUAN PLANET DENGAN TIGA MATAHARI Sejumlah astronom mendeteksi sebuah planet di luar sistem tata surya kita yang memiliki tiga matahari, bukan satu, dalam sebuah penemuan yang menantang teori para astronom mengenai formasi planet. Planet itu, sebuah kumpulan gas raksasa yang sedikit lebih besar daripada Yupiter, mengorbit bintang utama dari sistem tiga bintang yang dikenal sebagai HD-188753 dalam konstelasi Cygnus (Angsa). Ketiga matahari dan planetnya itu berjarak sekitar 149 tahun cahaya dari Bumi, dan antara satu dan yang lain terletak pada jarak kurang-lebih sama dengan jarak dari matahari kita ke Saturnus, kata ilmuwan-ilmuwan AS dalam laporannya Kamis pada edisi terkini majalah Nature. Satu tahun cahaya sama dengan sekitar 10 trilyun kilometer, jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun. "Jika anda berdiri di permukaan planet itu, anda akan melihat tiga matahari di angkasa, namun orbitnya terpusat di sekitar bintang utama kuning diantara ketiga bintang itu. Bintang yang besar dari dari dua matahari lain berwarna oranye, sedang yang kecil berwarna merah," kata para astronom di Institut Teknologi California dalam sebuah pernyataan. Gambaran perkiraan para seniman mengenai planet dan ketiga bintangnya itu yang dilihat dari sebuah bulan hipotetis bisa dilihat di http://pr.caltech.edu/media/trinary_sunset_small-1.jpg. Temuan baru itu bisa mengacaukan teori-teori yang sudah ada yang menyebutkan bahwa planet biasanya terbentuk dari gas dan debu yang mengitari sebuah bintang tunggal, dan bisa mendorong para ilmuwan mencari tempat-tempat baru planet. "Implikasinya adalah ada lebih banyak planet di luar sana daripada yang kita perkirakan," kata astronom-astronom itu dalam pernyatan tersebut. Astronom Caltech, Maciej Konacki, yang menulis artikel penelitian itu, menunjuk tipe baru planet itu sebagai Planet Tatooine karena kesamaannya dengan gambaran Luke Skywalker mengenai planet rumahnya dengan nama yang sama, dengan lebih dari satu matahari, dalam film asli Star Wars. Kenyataan bahwa sebuah planet bisa berada dalam sistem multi-bintang merupakan hal yang menakjubkan, menurut Konacki. b. Astronom Temukan Tata Surya Baru dengan Dua Planet Jumat, 15 Februari 2008 | 16:33 WIB WASHINGTON, JUMAT - Sebuah bintang seukuran Matahari yang terletak triliunan kilometer dari Bumi dikelilingi dua buah planet. Temuan ini semakin menguatkan anggapan bahwa sistem planet-planet yang mirip tata surya kita banyak tersebar di alam semesta. Para astronom yang dipimpin Scott Gaudi dari Universtas Ohio State, AS dapat mengamatinya dengan teknik yang disebut lensa mikro gravitasi. Bintang dan dua planet yang mengelilinginya itu teramati saat bergerak di depan bintang yang lebih jauh pada tahun 2006. Kedua planet ditemukan pada bintang OGLE-2006-BLG-109L yang berada 5.000 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,6 triliun kilometer). Gaudi dan timnya menemukan distorsi cahaya bintang yang diperkirakan sebagai sebuah planet yang bergerak mengelilinginya. Distorsi yang lebih kuat teramati sehari kemudian. Perlu dua bulan untuk memastikan bahwa kedua distorsi memang disebabkan planet. Kedua planet mungkin jenis planet gas seperti Jupiter atau Saturnus. Meskipun demikian, besarnya hanya sekitar 80 persennya. "Ini pertama kalinya kami mengamati peristiwa penguatan cukup besar dengan sensitifitas sangat tinggi sehingga sangat jelas menunjukkan planet kedua - dan yang satunya tentunya," ujar Gaudi, yang melaporkan temuan tersebut dalam jurnal Science terbaru. Penemuan sebuah bintang yang dikelilingi beberapa planet seperti ini termasuk langka. Sebelumnya para astronom dari Universitas Ohio State juga menemukan sistem planet-planet dengan sebuah bintang yang mengelilingi empat planet melalui program Microlensing Follow Up Network (MicroFUN) yang melibatkan lembaga riset dari 11 negara. BAB III PENUTUP Kesimpulan dan Saran Semoga uraian diatas dapat menambah pengetahuan kita tentang IPA khususnya mengenai alam semesta, tata surya dan teori terbentuknya bumi. Walaupun tidak secara mendalam namun makalah diatas dapat menambah wawasan kita tentang topik yang disajikan. Pada dasarnya hasil-hasil IPA memang bersifat netral, tetapi pemanfaatannya tidak terarah dan tidak terkendali oleh nilai-nilai kemanusiaan adalah sangat berbahaya. Demikian pula, meskipun hasil IPA netral, tetapi keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan eksperimen dan keputusan untuk memilih fakta yang diperlukan adalah tidak bebas dari nilai. Dan disinilah peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur sangat diperlukan untuk menuntun perkembangan dan pemanfaatan IPA ke arah yang lebih benar. Jadi perkembangan IPA yang dinamis ini disamping banyak memberikan keuntungan juga membawa resiko. Bila tidak diarahkan pemanfaatannya justru akan merugikan manusia, bahkan dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Seperti senjata nuklir, senjata kimia dan biologis serta timbulnya pencemaran udara, air dan tanah yang dapat mengganggu keseimbangan dan keserasian lingkungan hidup. Agar resiko sekecil-kecilnya maka arah perkembangan IPA dan pemanfaatan hasil IPA harus dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. DAFTAR PUSTAKA : 1. Ilmu Alamiah Dasar - Drs. Maskoeri Jasin 2. Ilmu Alamiah Dasar - Ir. Heri Purnama 3. Ilmu Alamiah Dasar - Drs. Abdullah Aly & Ir. Eny Rahma 4. Internet - Google

Alam Semesta

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Kegiatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berawal dari pengamatan dan pencatatan baik terhadap gejala-gejala alam pada umumnya maupun percobaan-percobaan yang dilakukan dalam laboratorium. Dari hasil pengamatan atau observasi ini manusia berusaha untuk merumuskan konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum dan teori. Jika dilihat dari arah prosesnya maka dalam hal ini eksperimen mendahului teori. Proses IPA tidak berhenti disini tetapi dari hasil IPA yang berupa konsep, hukum dan teori ini maka terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya. Demikian proses IPA berlangsung terus sehingga selalu terdapat mekanisme kontrol, bersifat terbuka untuk selalu diuji kembali dan bersifat kumulatif. Pengetahuan yang diperoleh selalu bertumpu di atas dasar-dasar sebelumnya dalam kerangka yang bersifat kumulatif, sehingga karenanya bersifat konsisten dan sistematis. IPA berkembang secara dinamis. Proses IPA yang dinamis ini oleh karena menggunakan metode keilmuan di mana peranan teori dan eksperimen saling memperkuat. Keuntungan dari IPA yang dinamis ini adalah perkembangan IPA yang pesat bahkan dalam jangka waktu yang singkat. Kemajuan IPA ini mendukung perkembangan teknologi yang pada gilirannya dapat menaikkan kesejahteraan manusia. 2. TUJUAN PENULISAN Semoga dengan penulisan makalah ini kita dapat memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai salah satu ruang lingkup IPA yaitu tentang “Alam Semesta, Tata Surya dan Teori terbentuknya Bumi¨ 3. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Tulisan ini memfokuskan pada topik permasalahan mengenai salah satu ruang lingkup IPA yaitu, ¨Alam Semesta, Tata Surya dan Teori terbentuknya Bumi¨. Dalam makalah ini akan mengupas sejauh mana hubungan dari topik makalah tersebut, sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas sejarah dan perkembangan mengenai topik yang disajikan dan menjadikan nilai tambah dalam pelajaran mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. BAB II PEMBAHASAN 1. RUANG LINGKUP ILMU PENGETAHUAN ALAM (NATURAL SCIENCE) Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Alamiah (Natural Science) adalah suatu ilmu yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan merupakan ilmu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang khusus yaitu dengan melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan yang lain. Cara ini dikenal dengan metode ilmiah yang pada dasarnya merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Sejak digunakannya metode ilmiah didalam penelitian ilmiah, dimulailah IPA modern yang kemudian berkembang sangat pesat. Perintis-perintis IPA modern mempunyai andil besar dalam mengembangkan ilmu ini sesuai dengan bidangnya masing-masing sebagai berikut : a. Ilmu Kimia (Chemistry) Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda hidup dan tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan-perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi menjadi Kimia Anorganik dan Kimia Organik. Kedua bagian itu pada dasarnya membahas dasar keseluruhan, kemudian diikuti dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Baru pada akhir abad ke-17 ilmu kimia berkembang sebagai suatu ilmu pengetahuan setelah Antoine Lauzent Lavoisier lewat “Metode Ilmiah' melakukan pengamatan, menghubungkan kenyataan-kenyataan, mengemukakan perkiraan, menguji perkiraan dengan percobaan-percobaan selanjutnya dan akhirnya menarik kesimpulan melalui penyelidikannya secara kuantitatif pembakaran zat-zat seperti besi, timah dan sebagainya. Ternyata hasil pembakaran mempunyai massa lebih besar dari zat semula yang dibakar, sedangkan tekanan udara dalam tabung berkurang, berarti ada sesuatu dari udara tersebut bersenyawa dengan zat yang dibakar. Selanjutnya ilmu pengetahuan ini berkembang deangan pesat sehingga kita dapat memperoleh hasil seperti : - Penggunaan teknik kimia ; orang dapat mendirikan industri dasar yang menghasilkan bahan-bahan dasar untuk keperluan industri seperti asam cuka, asam nitrat, asam sulfat, dll. - Penggunaan teknik nuklir ; Untuk membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radioaktif, misalnya sinar rontgen, perbaikan bibit unggul - Penggunaan teknik mekanik ; Membuat desain bermacam-macam mesin dari instrumen yang sangat halus sampai lokomotof dan mesin-mesian yang sangat kompleks. b. Ilmu Biologi (Biological Science) Ilmu pengetahuan yang mempelajari mahluk hidup dan gejala-gejalanya. Ilmu Bilologi meliputi : Botani, Zoologi, Morfologi, Anatomi, Fisiologi, Sitologi, Histologi dan Palaentologi. Asal Mula Kehidupan di Bumi Sebelum abad ke-17 para ahli menganggap bahwa mahluk hidup terjadi dengan sendirinya dari mahluk tak hidup yang disebut teori generatio spotanea atau abiogenesis. Dengan adanya renaissance, mulai timbul paham baru : 1. Francesco Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia, membuktikan bahwa ulat pada bangkai berasal dari telur lalat, yang meletakkan telurnya dengan sengaja. Dari berbagai percobaan, mendapatkan peristiwa yang serupa. Ia menemukakan pendapat bahwa kehidupan berasal dari telur atau comne vivum ex ovo. 2. Lazzaro Spallanzani (1729-1799), ahli Biologi dari Italia, dengan eksperimen erhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, maka tak terjadi pembusukan. Ia mengambil kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup atau omne ovum ex vivum. 3. Louis Pasteur (1822-1895), sarjana Perancis, melanjutkan teori Spallanzani, dengan eksperimen berbagai jasad renik. Ia mendukungnya, meskipun banyak yang menentang. Kemudian menarik kesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar tumbuh kehidupan baru atau omne vivum ex vivum. Maka timbullah teori biogenesis. 4. Oparin (1938) sarjana Rusia, mengemukakan hipotesis bahwa ada mahluk peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup. Hipotesiss ini berdasarkan penelitian ahli lain di bidang Ilmu Kimia. Kita telah mengetahui bahwa tubuh organisme 99% terdiri dari senyawa Karbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. 5. Harold Urey (1893) di Amerika Serikat mengemukakan pendapat bahwa atmosfer bumi suatu waktu pernah mengandung banyak CH4 (metana), HN3 (amonia), H2 (hidrogen) dan H2O (air) dalam bentuk gas. Zat tersebut sangat mungkin bergabung membentuk ikatan organik, dimana kehidupan biasanya berlangsung. Pendapat ini dikenal dengan teori Urey 6. Stanley Miller (1953) berhasil membuat model alat laboratorium yang sederhana untuk membuktikan teori Urey. Ekologi Ilmu yang mempelajari interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya. Suatu sistem di mana terdapat keseimbangan ekologis dinamakan ekosistem yang terdiri dari : a) Komponen abiotik, misalnya tanah, udara air, cahaya & suhu. b) Komponen biotik, semua mahluk hidup yang ada di kawasan non biotik yang terdiri dari produsen, konsumen, pengurai dan rantai makanan. Sejarah Perkembangan Mahluk Hidup Menurut suatu teori, organisme sekarang yang beraneka ragam adalah hasil dari proses evolusi kehidupan yaitu suatu perubahan kehidupan menjadi kehidupan lainnya melalui suatu proses yang perlahan-lahan dan mungkin memakan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Perbedaan mahluk hidup dengan benda mati Makhluk hidup merupakan suatu substansi yang dapat menjalankan proses kehidupan sedangkan benda mati merupakan substansi yang tidak menjalankan proses kehidupan dengan masing-masing mempunayi ciri-ciri antara lain : 1. Makhluk hidup bergerak, benda mati tidak dapat bergerak. 2. Makhluk hidup mengadakan metabolisme, benda mati tidak dapat mengadakan metabolisme 3. Makhluk hidup dapat mempertahankan jenisnya/hidupnya, benda mati tidak. 4. Makhluk hidup tanggap terhadap rangsang, benda mati tidak. c. Ilmu Fisika (Physics) Ilmu fisika adalah ilmu yang mempelajari benda tidak hidup/mati dari aspek wujud dengan perubahan-perubahanyang bersifat sementara. Fisika secara klasik dibagi dalam mekanika, panas, bunyi, cahaya, gelombang, listrik, magnit, teknik mekanik, teknik sipil, teknik listrik. Astromoni merupakan pengetahuan tertua karena seperti matahari, bulan, bintang yang demikian mudah disaksikan bersangkut paut dengan kegiatan sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir ini manusia telah banyak belajar tentang antariksa, banyak informasi yang diperoleh melalui satelit. Pada tahun 1973 Skylab telah diluncurkan untuk penyelidikan ilmiah mengenai kehidupan di ruang angkasa karena pengaruh tanpa bobot akan menyebabkan pembuluh darah melembek akibat kurang penggunaannya, badan akan kekurangan cairan, kekurangan kalsium yang kan mengeraskan tulang. Untuk itu antariksawan harus bersenam 30 menit sehari. Setelah 2 minggu mengorbit jantung antariksawan mengerut 3%. Para ilmuwan menemukan fakta dan berusaha mendefinisikan secermat mungkin melalui pengukuran berdasarkan hasil perolehan fakta yang didapat dan dibuktikan melalui eksperimen- eksperimen lebih lanjut. Seperti Maxwell mengemukakan teorinya tentang elektromagnetik, Hertz mencari gelombang radio, dll Laju perkembangan ilmiah makin lama makin cepat, sehingga manusia terus berusaha dan mencoba menjelaskan mengenai benda-benda dia alam disekelilingnya yang tidak diketahuinya. khususnya pemahaman teori-teori tentang terbentuknya alam semesta, sistem tata surya serta pengetahuan lebih jauh tentang bumi dengan segala lapisan selubungnya. 2. ALAM SEMESTA Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet dan galaksi. Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya. a. Teori Terbentuknya Alam Semesta : (1) Teori Keadaaan Tetap (Steady-state theory) Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju merah, yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah. Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontraksi). Dengan demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai adanya pengembangan. (2) Teori Dentuman Besar (Big-bang theory) Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Teori ini menyatakan pada mulanya alam semesta berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar keruang alam semesta. Berdasarkan dari asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai masa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Sejak itulah dimulai ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus berlangsung jutaan tahun lagi. Pada suatu saat nanti ekspansi tersebut akan berakhir. b. Teori terbentuknya Galaksi dan Tata Surya Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang tetap seperti matahari. Galaksi merupakan kumpulan 1011 atau 100 milyard bintang-bintang, salah satu diantaranya adalah Matahari atau pusat tata surya kita ini. Kumpulan bintang-bintang dan dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau berbentuk cakram. Dimana garis tengahnya mempunyai panjang 100 tahun cahaya, tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari atau pusat tata surya kita berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi. Berdasarkan apa yang nampak dari hasil pengamatan, dapat kita bedakan adanya 3 macam galaksi : a. Galaksi berbentuk spiral b. Galaksi berbentuk elips c. Galaksi berbentuk tak beraturan Induk dari matahari kita adalah galaksi Bima Sakti (Milky Way) yang berbentuk spiral dan memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang dan masih banyak gumpalan-gumpalan kabut gas maupun galaksi kecil yang banyak jumlahnya. Galaksi Andromeda merupakan galaksi terdekat yang juga berbentuk spiral dan jauhnya 870.000 tahun cahaya. Galaksi mengadakan rotasi dengan arah berlawanan dengan jarum jam 1) Hipotesis Nebular Dikemukakan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796 yang menyatakan bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas (nebule). Pada proses kondensasi ada sebagian yang terpisah dan merupakan cincin terbentuklah planet beserta satelitnya yang mengelilingi pusat, pusatnya itu menjadi sebuah bintang/matahari. 2) Hipotesis Planettesimal Dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Terbentuknya planet-planet tidak harus dari satu badan tetapi diasumsikan ada bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang dimana tata surya kita merupakan bagiannya. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut planettesimal. (3) Teori Tidal/Teori Pasang Surut Dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1919). Menurut teori ini planet merupakan percikan dari matahari yang sampai kini masih nampak ada. Percikan tersebut disebut Tidal. Tidal yang besar kemudian akan menjadi planet itu disebabkan oleh adanya dua buah matahari yang bergerak saling mendekat. c. Sistem Tata Surya Pada zaman Yunani kuno, seorang filsafat bernama Clausius Ptolomeus mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta. Menurut pandangan ini, matahari, bulan dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya. Pandangan Geosentris ini 14 abad lamanya dianut orang Pada abad ke-16, seorang ilmuwan Polandia “Nikolas Kopernikus” mengubah pandangan diatas. Menurutnya bumi adalah planet dan seperti halnya dengan planet planet yang lain, beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya (heliosentris). Pandangan ini didasari oleh adanya hasil pengamatan yang teliti serta perhitungan yang sistematis. Kesemuanya ini berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan telah berkembangnya matematika dan fisika sebagai sarana penunjang pada masa itu. Setelah adanya teropong dapat diamati planet-planet dan benda angkasa lain yang lebih banyak lagi seperti satelit, komet, meteor, debu dan gas antar planet. Semua benda angkasa ini beredar mengelilingi matahari sebagai pusat disebut Sistem Tata Surya. Planet di dalam Tata Surya kita dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. Planet Kecil (kerdil), seperti : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Ciri umumnya garis tengahnya kecil, tetapi padat, rapat masa rata-ratanya terletak antara 2,4 – 5,5 gram setiap sentimeter kubik, biasanya tidak berlapisan angkasa tebal. Golongan ini menempati lintasan yang dekat dengan matahari 2. Planet Raksasa, terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Garis tengahnya jauh lebih besar dibandingkan pada golongan pertama namun kurang padat. Rapat masa sangat rendah, misalnya Saturnus antara 0,7 – 1,6 gram setiap sentimeter kubik. Lintasan golongan ini jauh dari matahari. Kesamaan planet di dalam tata surya : 1. Berevolusi (beredar mengelilingi titik pusat gravitasi, dalam hal ini matahari) dan berotasi (bergasing mengelilingi pusat masa planet sendiri). Keduanya bergerak searah berlawanan dengan jarum jam jika dilihat dari kutub utara. Aturan ini hampir tidak kecualinya diikuti denga patuh, kecuali oleh beberapa satelit. 2. Bentuk lapisan planet mengelilingi matahari ataupun satelit mengelilingi planet hampir menyerupai lingkatan. Yang mengingkari hukum ini ialah Merkurius dan Pluto yang masing-masing mempunyai keeksentrikan 0,206 dan 0,247. 3. Selain lintasannya yang sepusat (konsentris) semua lintasan tersebut terdapat pada bidang edar yang satu dengan lainnya hampir berhimpitan. b. Bagian-bagian Tata Surya Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar mengelilinginya. Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi (1) Matahari Matahari merupakan tata surya yang paling besar, dimana 89% massa tata surya terkumpul pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya, matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit : fotosfer, chromosfer dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer. Kulit fotosfer suhunya + 60000oC dan memancarkan hampir semua cahaya. Beberapa pendapat para ahli tentang matahari : 1. MJ. Meyer : Panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. 2. H. Helmholz : Teori kontraksi bahwa panas berasal dari menyusutnya bola gas. 3. Dr. Bothe : Panas matahari berasal dari reaksi-reaksi nuklir yang disebut reaksi “hidrogen helium sintetis”. Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena : a. Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batubara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari. b. mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran planet lain. c. Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti mempelajari bintang-bintang lain. (2) Planet Merkurius Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari diserap. Garis tengahnya 4500 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari dan mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari. (3) Planet Venus Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal dengan Bintang Kejora yang bersinar terang pada waktu sore dan pagi hari. Mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang diserap. Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon dioksida tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen. Planet ini tidak mempunyai satelit. Venus bergaris tengah 12.320 km, Rotasi venus + 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari. (4) Planet Bumi Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak bumi dan matahari 149 juta km. Bumi mengalami rotasi 24 jam, bumi mempunyai atmosfer dan mempunyai sebuah satelit yaitu bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Massa jenis bumi rata-rata + 5,52. a. Gerak Rotasi Bumi Pepatan bumi besarnya 1/300 hingga dapatlah dianggap bumi memiliki bentuk bola. Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bola langit. Para sarjana dari Yunani seperti Pythagoras, Philolaus, Herakleitos dan Kopernikus dari Polandia mengemukakan bahwa bola langit tetap tinggal diam sedang bumi berputar pada sumbunya dari barat ketimur dan disebut rotasi yang arahnya sama dengan arah revolusi. b. Akibat Rotasi Bumi 1. Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan matahari, bulan, bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya terbit dari Timur dan terbenam di barat. 2. Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola bumi menerima sinar matahari (siang), sedang separuh bola lainnya mengalami kegelapan (malam). 3. Penyerongan/penyimpangan arah angin, arus laut, yang dapat diterangkan dengan hukum Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin) tidak begerak lurus dari daerah maksimum ke daerah minimum, tetapi membias ke kanan bagi belah bulatan utara dan membias ke kiri bagi belah bulatan selatan. 4. Penggelembungan di katulistiwa serta pemepatan di kutub bumi. 5. Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan bumi tersebut serta pengurangan gaya tarik hingga arah vertikal tidak tepat menuju ke titik pusat bumi, terkecuali di katulistiwa dan di kutub. 6. Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam. 7. Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya. c. Gerak Revolusi dari Bumi Berkat penyelidikan para sarjana : Galileo Galilei, Tycho Brahe dan Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Kopernikus diakui keunggulannya. Dalam susunan ini bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama 1 tahun. Akibat dari revolusi bumi : 1) Pergantian 4 musim yakni di sebelah utara garis balik utara (23 ½ LU) 2) Perubahan lamanya siang dan malam. 3) Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan. Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Menurut hukum Keppler pertama, maka orbit-orbit setiap planet memiliki bentuk bangun elips d. Gaya Gravitasi Terrestrial dari Bumi Bumi mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan gara gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi memiliki bobot karena pengaruh gaya gravitasi bumi. e. Waktu Waktu 24 jam dalam sehari semalam adalah berdasarkan gerak semu matahari dalam membuat satu revolusi lengkap. Bagi tujuan sehari-hari maka kita menggunakan waktu solar. Bagi keperluan tujuan astronomi atau perjalanan antar planet maka digunakan waktu sideris yang 4 menit lebih awal dari waktu solar. f. Tahun Penanggalan (Kalender) Bangsa mesir kuno, Sumeria dan Hindu sejak jaman dahulu memiliki perhitungan waktu yang berdasarkan revolusi bumi dan tahunnya disebut tahun matahari. Semenjak Julius Caesar (46 BC) telah ditetapkan bahwa tiap-tiap tahun terdiri dari 365 hari. Tahun keempat ditambah dengan satu hari yang disebut tahun kabisat (leap year) (5) Planet Mars Jarak planet Mars dengan matahari 226,48 juta km. Garis tengahnya 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirimkan oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis. Mars mempunyai 2 satelit/bulan yaitu phobus dan daimus (6) Planet Yupiter Merupakan planet terbesar bergaris tengah 138.560 km dengan rotasinya 10 jam dan mempunyai kurang lebih 14 satelit. Berdasarkan analisis spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi. (7) Planet Saturnus Merupakan planet terbesar setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400 km, berotasi 10 jam dan merupakan planet yang mempunyai cincin sabuk raksasa. Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm2, sehingga terapung diair. Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103oC. Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan. (8) Planet Uranus Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84 tahun, rotasinya 10 jam 47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang lainnya yaitu dari timur ke barat. Uranus bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada Januari 1986 Uranus memiliki 14 satelit (9) Planet Neptunus Jaraknya dengan matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali putar. Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya disebut Triton yang bergerak berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. (10) Planet Pluto Merupakan planet terjauh dari matahari dengan jarak + 5811 juta km dan tidak memiliki satelit. Suhu rata-rata pada planet ini 220oC. Pluto adalah nama dewa kegelapan dari bangsa Yunani berdasarkan kenyataan planet itu mendapat sinar matahari paling sedikit. d. Benda-benda lain dalam Tata Surya Selain planet-planet, pada tata surya terdapat benda-benda sebagai berikut: (1) Planetoida/Asteroida Pada tahun 1801, Piazzi astronom dari Italia menemukan benda langit yang berdiameter + 900 km beredar mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter yang berjumlah + 2.000 buah. Benda-benda langit itu disebut Planetoida. Pada tahun 1801 astronom Italia, Piazzi menemukan asteroid Ceres yang bergaris tengah 750 kilometer. (2) Komet/Bintang Berekor Merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi oleh kabut asap yang berdiameter + 100.00 km (termasuk selubung gas) dan diamter intinya yang berupa bungkah-bungkah batu berkisah 10-20 km Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi dan gas yang berpendar memancarkan cahaya. (3) Meteor/Bintang Beralih Merupakan batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 – 0,5 mm dan massanya < 1 gram. Merupakan semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik.Jika oleh sesuatu sebab meteor masuk atmosfer bumi, karena gesekan dengan atmosfer akan timbul panas dan nampak berpijar. Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang beralih. Jika meteor akan nampak memasuki atmosfer bumi karena suhunya yang tinggi meteor itu akan hancur sampai kepermukaan bumi. Meteor yang sampai ke permukaan bmi disebut meteroid yang massanya + 10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumi yang menimbulkan kawah meteor di Arizona dan Siberia. Meteorid tersebut mengandung besi dan nikel (4) Satelit Merupakan pengiring planet. Yang bersama-sama mengelilingi matahari. Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi yang berotasi dalam 1 hari dan berevolusi satu bulan. Jarak bumi dan bulan + 384.403 km. Perbandingan antara bumi dan bulan sebagai berikut : (1) Massa bulan = 1/10 massa bumi. (2) Diameter bulan = ¼ Diameter Bumi = 3000 km (3) Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi Permukaan bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung. Dipermukaan bulan tidak ada hawa mengakibatkan : (1) Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 100oC dan terendah -173oC. (2) Bunyi tidak dapat merambat sehingga sangat sunyi. (3) Langit tampak kelam (4) Tidak ada peredaran air, sehingga kering kerontang. 3. BUMI a. Hipotesis Kejadian Bumi (1) Hipotesis Kabut dari Kant dan Laplace Immanuel Kant (1755) dari Jerman, mengemukakan pikiran tentang kejadian bumi bahwa asal segalanya dari gas yang bermacam-macam, yang tarik menarik membentuk kabut besar. Terjadinya benturan masing-masing gas menimbulkan panas. Matahari berputar kencang dan di katulistiwanya memiliki kecepatan linear paling besar sehingga terlepaslah fragmen-fragmen. Fragmen- fragmen inilah yang tadinya pijar melepaskan banyak panas dan mengembun, kemudian cair dan bagian luar makin padat. Demikianlah terjadi planet-planet, termasuk bumi. Pierrre de Laplace (1796) dari Perancis mengemukakan adanya kabut yang berputar dan pijar. Dikatulistiwa terjadi penumpukan awan. Jika masa ini mendingin maka terlepaslah sedikit material dari induknya. Fragmen tadi jadi dingin dan mengembun, berputar mengelilingi induknya. Kemudian menyusul terlepasnya fragmen yang kedua dan seterusnya. Sembilan buah planet yang kini beredar dianggap terjadi dengan cara yang sama. Induknya adalah matahari. (2) Hipotesis Planetesimal Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton, kira-kira seratus tahun setelah Kant dan Laplace, beranggapan matahari asal yang didekati oleh suatu bintang besar yang sedang beredar, maka terjadi tarik menarik sesuai dengan hukum Newton. Peledakan dimatahari melepaskan sebagaian materialnya dan tertarik oleh adanya bintang yang mendekat tadi. Material matahari itu akan sedikit menjauh dan kemudian mendingin sementara bintang besar itu terus berlalu. Selanjutnya terjadi pengembunan dan terbentuk sembilan planet dan planetoida. b. Susunan Lapisan Bumi Menurut Hipotesisi Kant-Laplace : Bahwa bumi kemudian mendingin disebelah luar sedangkan di dalam masih panas. Didekat permukaan menjadi beku dan disebut kerak bumi. Suess dan Wiechert (1919) membagi lapisan bumi sebagai berikut : 1) Kerak bumi, tebalnya 30-70 km, terdiri batuan basal dan acid. Massa jenisnya kira-kira 2,7 mengandung banyak Silikat dan Aluminium. 2) Selubung bumi atau sisik silikat (Si), tebalnya 2.200 km, massa jenisnya 3,6-4. Selubung bumi bersama kerak bumi disebut Lithosfera. 3) Lapisan Chalkosfea, tebalnya 1.700 km, massa jenisnya 6,4 terdiri dari oksida besi dan sulfida besi. 4) Inti bumi, atau Barisfera, merupakan bola dengan jari-jari 3.500 km, massa jenisnya 9,6 terdiri dari besi dan nikel Kuhn dan Pittman (1940) mengemukakan bahwa sesungguhnya bumi berasal dari matahari, maka inti bumi seharusnya juga seperti material matahari. Yaitu terdiri sebagaian besar Hidrogen. Holmes (1936) mengemukakan bahwa kerak bumi sebagai berikut : 1. Bagian atas setebal 15 km, massa jenisnya 2,7 dan disebut magma-granit. 2. Lebih kedalam tebalnya 25 km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-basal. 3. Bagian terbawah kerak bumi, setebal 20 km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-peridotit dan eklogit. Wiechert (1910), mengemukakan bahwa pada pokoknya bagian Lithosfera terdiri dari Silikat dan Aluminium. Disebelah bawah terutama di lautan terdapat lapisan berat yang terdiri dari Silikat dan magnesium. Wegner (1930) mengajukan hipotesis Continental drift (perkisar benua) : permukaan bumi terdiri dari beberapa lempeng besar berukuran benua, masing-masing terdiri dari bagian oceanis dan kontinental yang bergerak relatif yang satu terhadap yang lainnya. Tebal tiap lempeng kerak bumi kira-kira 80 km. Kecepatan relatif lempeng-lempeng ini berkisar 1 – 13 cm setahun. Lempeng-lempeng kerak bumi ini dipisahkan yang satu dengan yang lain oleh batas lempeng yang geraknya dapat bersifat divergensi, konvergensi atau shear (gesekan). Batas lempeng ini adalah sangat labil dan ditandai oleh gunung api yang aktif serta kegempaan yang tinggi c. Atmosfer, Hidrosfer dan Lithosfera (1) Atmosfer Merupakan selimut gas yang mengelilingi bumi. Menurut pendapat para ahli pada jarak 100 km diatas permukaan bumi masih terdapat udara. Lapisan dalam Atmosfer : 1) yang dekat dengan permukaan bumi setebal + 10 km disebut troposfer 2) Lapisan diatas troposfer disebut stratosfer Troposfer mempunyai susunan gas yang beragam, hal ini disebabkan karena adanya angin yang vertikal maupun horizontal. Susunan gas dalam troposfer : - 78% zat lemas - 1% gas oxigin - 0,0% asam arang Selain itu juga mengandung : - Uap air yg %nya tidak tetap, jumlah tersebut tergantung pada tempat dan waktu. - Benda bukan gas yaitu debu berfungsi sebagai inti kondensasi. - Selanjutnya masih ada Ozon, Argon, Helium dan zat cair Di Stratosfer sususnannya tidak homogen dan terdapat mlapisan-lapisan udara yang B.D nya berbeda-beda. Bumi menerima panas dari matahari, dari bumi sendiri dan dari bulan. Di pusat bumi terdapat temperatur yang sangat tinggi. Panas yang dikirim matahari ke bumi relatif tidak berubah tetapi yang berubah adalah penerimaan panas tersebut oleh bumi. Penerimaan yang berubah-ubah ini disebabkan kondisi awan yang ada diudara. (b) Hidrosfer Hidrosfer tidak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan bumi, tapi hanya 75% yang meliputi lautan, danau-danau dan es yang terdapat dalam kedua kutub. Kedalaman laut rata-rata 4.000 m, yang terdalam di dekat pulau Guam, dengan kedalaman 11.000 m. Hidrosfer mempunyai pengaruh yang besar terhadap atmosfer, karena air yang menguap akan membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan hujan, kembali ke laut lagi. Siklus air semacam itu berlangsung berabad-abad. Siklus ini menyebabkan air laut menjadi asin karena garam mineral yang mudah larut pada kerak bumi terbawa ke laut secara terus menerus. (c) Lithosfera Lithosfera ini tebalnya hanya kurang lebih 32 km, merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia yang berupa benua-benua dan pulau-pulau sebagai tempat tinggal. Ketebalan lithosfer tidak sama bagian tebal berupa benua setebal 8 km, bagian tipis berupa dasar laut yang dalam setebal 3,5 km dan terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan sebelah atas terdiri atas silikon dan aluminium dengan Berat Massa (BM) rata- rata 2,65 dan lapisan sebelah dalam terdiri atas silikon dan magnesium, dengan BM 2,9. c. Kelahiran Alam Semesta ditinjau dari Sudut Islam Menurut sudut pandang Islam, dunia diciptakan Allah, dipelihara oleh-Nya serta kembali kepada-Nya. Salah satu makna ayat “Allah adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batil”(QS. 57:3), yakni Allah adalah asal dan akhir alam semesta. Dia juga makna gaib segala sesuatu dan bahkan tanda-tanda nyata atau aspek luar segala sesuatu yang menrefleksikan nama-nama dan sifat-Nya. Kaum muslim memandang hukum alam bukan sebagai hukum independen yang berjalan dengan sendirinya seolah-olah dunia memiliki independensi ontologis. Mereka memilah hukum-hukum ini sebagai refleksi kebijaksanaan Allah dan perwujudan kehendak-Nya. Begitu banyak ayat Al-Qur'an menyebutkan hukum paling mendasar yang mengatur perputaran alam. Hukum moral Islam berlaku tidak hanya dalam masyarakat manusia, tetapi mencakup hewan, tumbuhan dan seluruh alam tak bernyawa. Sebagai muslim yang baik di dunia adalah memperhatikan kebijaksanaan Allah di manapun berada dan manjaga ciptaan-Nya seperti Dia menjaga kita dan seluruh ciptaan-Nya. 4. PENEMUAN TERKINI MENGENAI TATA SURYA A. PENEMUAN PLANET DENGAN TIGA MATAHARI Sejumlah astronom mendeteksi sebuah planet di luar sistem tata surya kita yang memiliki tiga matahari, bukan satu, dalam sebuah penemuan yang menantang teori para astronom mengenai formasi planet. Planet itu, sebuah kumpulan gas raksasa yang sedikit lebih besar daripada Yupiter, mengorbit bintang utama dari sistem tiga bintang yang dikenal sebagai HD-188753 dalam konstelasi Cygnus (Angsa). Ketiga matahari dan planetnya itu berjarak sekitar 149 tahun cahaya dari Bumi, dan antara satu dan yang lain terletak pada jarak kurang-lebih sama dengan jarak dari matahari kita ke Saturnus, kata ilmuwan-ilmuwan AS dalam laporannya Kamis pada edisi terkini majalah Nature. Satu tahun cahaya sama dengan sekitar 10 trilyun kilometer, jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun. "Jika anda berdiri di permukaan planet itu, anda akan melihat tiga matahari di angkasa, namun orbitnya terpusat di sekitar bintang utama kuning diantara ketiga bintang itu. Bintang yang besar dari dari dua matahari lain berwarna oranye, sedang yang kecil berwarna merah," kata para astronom di Institut Teknologi California dalam sebuah pernyataan. Gambaran perkiraan para seniman mengenai planet dan ketiga bintangnya itu yang dilihat dari sebuah bulan hipotetis bisa dilihat di http://pr.caltech.edu/media/trinary_sunset_small-1.jpg. Temuan baru itu bisa mengacaukan teori-teori yang sudah ada yang menyebutkan bahwa planet biasanya terbentuk dari gas dan debu yang mengitari sebuah bintang tunggal, dan bisa mendorong para ilmuwan mencari tempat-tempat baru planet. "Implikasinya adalah ada lebih banyak planet di luar sana daripada yang kita perkirakan," kata astronom-astronom itu dalam pernyatan tersebut. Astronom Caltech, Maciej Konacki, yang menulis artikel penelitian itu, menunjuk tipe baru planet itu sebagai Planet Tatooine karena kesamaannya dengan gambaran Luke Skywalker mengenai planet rumahnya dengan nama yang sama, dengan lebih dari satu matahari, dalam film asli Star Wars. Kenyataan bahwa sebuah planet bisa berada dalam sistem multi-bintang merupakan hal yang menakjubkan, menurut Konacki. b. Astronom Temukan Tata Surya Baru dengan Dua Planet Jumat, 15 Februari 2008 | 16:33 WIB WASHINGTON, JUMAT - Sebuah bintang seukuran Matahari yang terletak triliunan kilometer dari Bumi dikelilingi dua buah planet. Temuan ini semakin menguatkan anggapan bahwa sistem planet-planet yang mirip tata surya kita banyak tersebar di alam semesta. Para astronom yang dipimpin Scott Gaudi dari Universtas Ohio State, AS dapat mengamatinya dengan teknik yang disebut lensa mikro gravitasi. Bintang dan dua planet yang mengelilinginya itu teramati saat bergerak di depan bintang yang lebih jauh pada tahun 2006. Kedua planet ditemukan pada bintang OGLE-2006-BLG-109L yang berada 5.000 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,6 triliun kilometer). Gaudi dan timnya menemukan distorsi cahaya bintang yang diperkirakan sebagai sebuah planet yang bergerak mengelilinginya. Distorsi yang lebih kuat teramati sehari kemudian. Perlu dua bulan untuk memastikan bahwa kedua distorsi memang disebabkan planet. Kedua planet mungkin jenis planet gas seperti Jupiter atau Saturnus. Meskipun demikian, besarnya hanya sekitar 80 persennya. "Ini pertama kalinya kami mengamati peristiwa penguatan cukup besar dengan sensitifitas sangat tinggi sehingga sangat jelas menunjukkan planet kedua - dan yang satunya tentunya," ujar Gaudi, yang melaporkan temuan tersebut dalam jurnal Science terbaru. Penemuan sebuah bintang yang dikelilingi beberapa planet seperti ini termasuk langka. Sebelumnya para astronom dari Universitas Ohio State juga menemukan sistem planet-planet dengan sebuah bintang yang mengelilingi empat planet melalui program Microlensing Follow Up Network (MicroFUN) yang melibatkan lembaga riset dari 11 negara. BAB III PENUTUP Kesimpulan dan Saran Semoga uraian diatas dapat menambah pengetahuan kita tentang IPA khususnya mengenai alam semesta, tata surya dan teori terbentuknya bumi. Walaupun tidak secara mendalam namun makalah diatas dapat menambah wawasan kita tentang topik yang disajikan. Pada dasarnya hasil-hasil IPA memang bersifat netral, tetapi pemanfaatannya tidak terarah dan tidak terkendali oleh nilai-nilai kemanusiaan adalah sangat berbahaya. Demikian pula, meskipun hasil IPA netral, tetapi keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan eksperimen dan keputusan untuk memilih fakta yang diperlukan adalah tidak bebas dari nilai. Dan disinilah peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur sangat diperlukan untuk menuntun perkembangan dan pemanfaatan IPA ke arah yang lebih benar. Jadi perkembangan IPA yang dinamis ini disamping banyak memberikan keuntungan juga membawa resiko. Bila tidak diarahkan pemanfaatannya justru akan merugikan manusia, bahkan dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Seperti senjata nuklir, senjata kimia dan biologis serta timbulnya pencemaran udara, air dan tanah yang dapat mengganggu keseimbangan dan keserasian lingkungan hidup. Agar resiko sekecil-kecilnya maka arah perkembangan IPA dan pemanfaatan hasil IPA harus dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. DAFTAR PUSTAKA : 1. Ilmu Alamiah Dasar - Drs. Maskoeri Jasin 2. Ilmu Alamiah Dasar - Ir. Heri Purnama 3. Ilmu Alamiah Dasar - Drs. Abdullah Aly & Ir. Eny Rahma 4. Internet - Google